Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi sorgum (Foto: nuwatphoto via Getty Images)

Sorgum adalah tanaman atau biji-bijian termasuk dalam keluarga rumput Poaceae. Tidak hanya dikonsumsi, sorgum juga bisa digunakan sebagai pakan ternak sampai bahan dasar energi biodiesel.

Sorgum umumnya berukuran kecil dengan bentuk bulat dan punya warna yang beragam. Seperti putih, kuning pucat, merah, coklat, hitam, atau ungu.

Mengutip dari Healthline, sorgum adalah tanaman yang paling banyak diproduksi kelima di dunia. Urutan tersebut setelah gandum, beras, jagung, dan barley.

Sahabat DAAI bisa mengolah sorgum seperti mengolah quinoa atau nasi, menggilingnya menjadi tepung, atau mengolahnya seperti pop corn. Sorgum juga bisa diolah menjadi sirop, bubur, kukis, roti tawar, bahkan sup.

Sorgum hadir dalam beberapa jenis yang masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda. Gandum sorgum adalah rumput yang digunakan untuk memberi makan ternak.

Gandum sorgum juga bisa diolah menjadi tepung untuk bahan baku makanan yang kita konsumsi. Gandum sorgum biasanya berwarna putih, cokelat, oranye, merah, perunggu, dan hitam.

Meski demikian, sorgum merah, oranye, dan perunggu umumnya cukup serbaguna untuk digunakan untuk segala hal, mulai dari pakan ternak hingga bahan bakar.

Sorgum kaya akan berbagai nutrisi, termasuk vitamin B yang berperan penting untuk mengatur metabolisme, perkembangan sel saraf, serta kesehatan rambut dan kulit.

Sorgum juga kaya akan magnesium dan mineral yang penting untuk pembentukan tulang sampai kesehatan jantung.

Selain itu, sorgum mengandung antioksidan tinggi seperti flavonoid, asam fenolik, dan tanin. Konsumsi sorgum dapat menurunkan stres oksidatif dan peradangan di tubuh.

Terlebih lagi, setengah cangkir sorgum memiliki kandungan lebih dari 7 gram serat, yaitu sekitar 25% dari asupan serat harian yang direkomendasikan. Diet kaya serat, bisa membantu mengatur berat badan, menurunkan kolesterol, menstabilkan kadar gula darah, dan mencegah sembelit.

Beberapa senyawa fenolik dalam sorgum memiliki efek antikanker. Tanin dalam sorgum juga dapat menghambat enzim yang berkaitan dengan perkembangan kanker payudara.

Sementara itu, sekelompok senyawa fenolik lainnya dalam sorgum, yang dikenal sebagai 3-deoxyanthocyanidins, telah terbukti memiliki efek merusak pada beberapa sel kanker manusia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: