Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi meyelamatkan diri dari kebakaran (Foto: pixelshot via Canva Pro)

Usahakan untuk selalu punya rencana untuk menyelamatkan diri di tengah keadaan darurat, seperti kebakaran agar proses penyelamatan diri bisa lebih aman.

Saat terjadi kebakaran di rumah, api akan menyebar dengan cepat dan asapnya bisa memenuhi rumah dalam hitungan detik.

Kondisi ini, tentunya menyebabkan Sahabat DAAI lebih sulit untuk bernapas, melihat, apalagi menyelamatkan diri.

Untuk itu, Sahabat DAAI harus selalu punya rencana penyelamatan diri untuk meningkatkan kesempatan untuk melarikan diri.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri di tengah kondisi kebakaran.

 

1. Cari Pintu Keluar Terdekat

Usahakan untuk tidak panik di tengah kondisi kebakaran. Jika sedang berada di hotel atau rumah teman, pastikan untuk mencari pintu keluar terdekat.

Periksa setiap ruangan di tempat tersebut untuk melihat apakah ada ada lebih dari satu pintu keluar.

Jika suhu pintu keluar terlalu panas, sebaiknya cari pintu keluar lain. Pasalnya, api bisa saja ada di depan pintu keluar dan membuka pintu bisa memperbesar peluang api menyebar lebih cepat.

 

2. Merunduk agar Tidak Menghirup Asap

Penyebab utama kematian atau cedera dalam kebakaran sebenarnya, adalah sesak napas atau kekurangan oksigen yang disebabkan oleh asap.

Pasalnya, asap mengepul selama kebakaran, sehingga usahakan untuk tetap dekat dengan tanah saat keluar (merangkak atau berjongkok) agar memudahkan untuk melihat dan bernapas.

 

3. Hindari Penggunaan Lift

Hindari penggunaan lift karena biasanya lift akan berhenti berfungsi selama kebakaran, sehingga memperbesar potensi terjebak di dalam lift.

Jika tinggal di tempat tinggi, usahakan untuk turun menggunakan tangga. Jika terperangkap, tunggu di area yang aman agar bisa lebih mudah dievakuasi oleh tim penyelamat.

 

4. Tutup Semua Ventilasi dan Celah

Tutupi jendela, ventilasi, celah atau retakan agar tidak menyebarkan asap ke ruangan lain. Sahabat DAAI bisa menutupnya dengan menggunakan seprai, selimut, handuk, atau bahan kain lainnya dan rendam dengan air dingin.

Selanjutnya, letakkan kain basah di sekitar celah di bawah pintu dan tutupi semua ventilasi, termasuk pemanas atau AC.

Hal ini bisa membantu mencegah asap keluar dan membantu mencegah Sahabat DAAI menghirup asap saat menunggu tim penyelamat.

 

5. Hubungi Pemadam Kebakaran

Jauhi rumah atau bangunan yang terbakar. Tunggu bantuan di tempat aman yang jauh dari lokasi yang terbakar.

Hubungi nomor darurat pemadam kebarakan (112 atau 113) untuk menginformasikan lokasi dan tingkat keparahan kebakaran.

Setelah api padam, periksalah kondisi rumah untuk memastikan apakah rumah masih bisa dimasuki atau tidak.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: