Penulis : Akbar Fauzi
Editor : Grace Kolin
Berumur kurang lebih 1.000 tahun, wayang menjadi kesenian Indonesia yang masih eksis hingga kini. Wayang Indonesia terdiri dari beragam jenis, yaitu wayang kulit, wayang golek, wayang orang dan lain-lain. Selain jenis wayang yang disebutkan di atas, ada juga ada jenis wayang lain, yaitu wayang suket. Wayang ini biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian kisah perwayangan.
Wayang suket merupakan wayang yang dibuat oleh Mbah Gepuk yang berasal dari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Mbah Gepuk dengan nama asli Kasan Wikrama Tunut, lahir di Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga pada tahun 1905. Ia merupakan seorang petani sekaligus seorang seniman. Sebelum menekuni seni kerajinan wayang suket, Mbah Gepuk juga dikenal sebagai dalang ebeg atau seni kuda kepang. Bahkan, ia juga dikenal mampu memainkan wayang golek (mendalang).
Mbah Gepuk menciptakan wayang suket dengan tujuan ingin membuat kreasi baru dari berbagai figur wayang kulit yang biasa ia lihat. Wayang suket terbuat dari bahan rumput kasuran yang dianyam membentuk figur yang serupa dengan wayang kulit. Struktur wayang suket Mbah Gepuk dapat terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
- Bagian atas atau kepala yang dibuat sederhana.
- Bagian tengah; badan, tangan sampai perut terlihat hampir sama seperti wayang kulit, yang membedakan adalah aksesoris seperti gelang dibuat sangat sederhana hanya membentuk bulatan atau seperti angka delapan.
- Bagian bawah; yaitu busana dibuat seperti menyerupai bentuk wayang kulit, dengan variasi ornamen sehingga tampak indah.
Saat ini, wayang suket termasuk dalam daftar wayang yang hampir punah keberadaannya. Untuk itu, mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan salah satu warisan budaya Indonesia ini. Terlebih lagi terdapat nilai-nilai yang mengakar pada wayang suket yaitu ketelatenan, kesabaran, dan keuletan yang dibentuk dalam diri seseorang berdasarkan pada olah rasa dan jiwa.

