Siswa SMP Shafiyyatul Amaliyyah, Medan, ciptakan Smart Sling Bag| Foto: Instagram.com/@ypsaschool
Menciptakan tas untuk tunanetra, sekelompok remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Medan berhasil meraih penghargaan Internasional Science and Invention Fair 2023. Apa keunggulannya?
Sekelompok siswa dari SMP Shafiyyatul Amaliyyah, Medan, berhasil mendesain tas selempang (smart sling bag) dengan teknologi sensor untuk membantu disabilitas tunanetra dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sensor ini, smart sling bag (SSB) dapat mendeteksi benda atau seseorang dalam jarak 1-5 meter di depan penggunanya. Inovasi ini dibuat sebagai pengembangan dari inovasi yang lalu, seperti helm sensor dan tongkat pintar.
Smart sling bag didesain seperti tas pada umumnya, tetapi dilengkapi dengan sensor ultrasonik, dirangkai dengan microcontroller buer, dan power bank.
Pengguna hanya perlu menyalakan smart sling bag dengan cara menekan tombol power agar tas dapat mulai terdeteksi.
Saat tas mendeteksi benda pada jarak dekat, tas akan berbunyi, sehingga teman tunanetra tidak terbentur dengan benda-benda di sekitarnya.
Hasil inovasi murid SMP ini, sudah mendapatkan penghargaan pada International Science and Invention Fair di Bali pada Desember 2023 lalu.
Proses Pembuatan Smart Sling Bag
Para siswa perlu menentukan sling bag yang sesuai berdasarkan lapisan dan bahan tas yang cukup agar bisa meletakkan barang-barang.
Kemudian, para siswa harus melakukan coding pada aplikasi agar dapat membuat sensor dalam tas.
“Coding-nya itu melalui aplikasi yang kami tidak pahami. Jadi, cukup menjadi tantangan bagi kami,” jelas salah satu siswa SMP Shafiyyatul Amaliyyah, Zara Danisha dikutip dari tayangan YouTube DAAI Magazine, Jumat (16/2/2024).

Smart Sling Bag| Foto: Tayangan YouTube DAAI Magazine
Motivasi Smart Sling Bag
Beberapa siswa SMP yang terlibat dalam pembuatan smart sling bag, adalah Zara Danisha Shahab, Zasqia Raihana, Salsabila Nadira Ramadhani, M. Akia Keefa Zafran Nasution, dan Janeeta Fazila Sagala.
Sekelompok siswa ini berniat untuk membuat para teman tunanetra memiliki benda yang lebih praktis dalam membantu tunanetra.
“Kami membuat sling bag ini dengan ide agar bisa lebih berkamuflase dengan orang biasa. Supaya tidak mengalihkan perhatian dari orang lain yang berada di sekitar tunanetra, jadi orang tidak langsung tahu bahwa mereka (disabilitas tunanetra) memiliki kondisi tersebut,” sebut Zara.
Salah satu guru SMP Shafiyyatul Amaliyyah M. Cio Robbi, menjelaskan niat baik dari anak-anak ini begitu besar. Di kala kesibukan ujian, anak-anak ini masih memikirkan teman tunanetra yang sering kali dikucilkan di masyarakat.
Harapan
Zara mengaku, harapannya inovasi ini bisa terus mengembangkan jarak sensor hingga lebih dari lima meter. Ia juga ingin, cakupan luas sensor berkembang menjadi 360°. Sampai sejauh ini, smart sling bag hanya dapat menjangkau 160°.
Meski sudah mendapat perhatian Kementerian Sosial tingkat daerah, Robbi tetap berharap pemerintahan pusat juga tertarik dengan inovasi ini karena niat baik dari anak-anak.
“Saya berharap smart sling bag ini tidak hanya sampai di sini, tapi bisa dikembangkan dan bisa diproduksi massal,” tutup Robbi.
Penulis: Kerin Chang
Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

