Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi gelombang panas (Foto: tommaso79 via Getty Images)

Beberapa negara di Asia Tengah, sedang dilanda gelombang panas (heatwave) yang membuat suhu meningkat drastis. Bangladesh bahkan mencatat suhu tertinggi mencapai 51 derajat celcius.

Beberapa hari terakhir, terjadi kenaikan suhu udara di sejumlah wilayah di Indonesia yang menyebabkan cuaca terasa semakin panas.

Hal ini, merupakan dampak dari gelombang panas yang sedang terjadi di beberapa negara di Asia. Seperti di Bangladesh, Myanmar, India, bahkan sampai Thailand.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, meskipun Indonesia tidak mengalami gelombang panas, tetapi suhu maksimum udara permukaan juga tergolong panas.

Adapun beberapa penyebab terjadinya suhu panas di Indonesia, adalah adanya dinamika atmosfer yang tidak biasa, Indonesia memasuki musim kemarau, intensitas maksimum radiasi matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan, sampai pengaruh pemanasan global dan perubahan iklim.

Salah satu wilayah yang mencatat suhu maksimum harian tertinggi, adalah Ciputat, Tangerang Selatan, dengan suhu mencapai 37,2 derajat celcius pada 17 April 2023.

Efek yang ditimbulkan dari gelombang panas terhadap kesehatan, sangat bergantung pada intensitas dan durasi temperatur, aklimatisasi, adaptasi populasi, infrastruktur, dan kesiapsiagaan.

Jika faktor-faktor yang membantu pengurangan efek negatif dari gelombang panas belum tersedia, artinya akan ada gejala yang serius yang menanti, yaitu seperti heat exhaustion dan heat stroke.

Heat exhaustion adalah kelelahan yang muncul setelah tubuh terkena suhu tinggi. Kondisi ini sering terjadi bersamaan dengan dehidrasi.

Di sisi lain, heat stroke adalah kondisi saat seseorang kehilangan kesadaran dan kulitnya menghangat, bahkan sampai kering. Kondisi ini, disebabkan karena tubuh tidak dapat mengontrol temperatur yang tinggi.

Baca Juga: Cara Mengurangi Hawa Panas di dalam Pesawat, Wajib Coba

Gejala lain yang timbul pada kondisi ini, adalah bengkak pada anggota gerak bawah, ruam panas di leher, kram, sakit kepala, lekas marah, lemah, sampai lesu.

Untuk mengatasinya, berikut adalah beberapa cara menghindari gelombang panas tanpa perlu menggunakan AC.

 

1. Minum Banyak Air

Hal pertama yang harus dilakukan untuk melawan gelombang panas, adalah dengan minum banyak air mineral setidaknya dua liter per hari.

Namun, jika Sahabat DAAI aktif berkegiatan di luar ruangan, maka konsumsi air mineral perlu lebih ditingkatkan.

Perlu diingat, hindari konsumsi minuman beralkohol atau kafein untuk meghindari dampak kesehatan lain pada tubuh.

 

2. Manfaatkan Air Dingin

Untuk mendinginkan tubuh, Sahabat DAAI bisa memanfaatkan berbagai sumber air dingin yang ada di rumah.

Misalnya dengan mandi menggunakan air dingin, atau mengompres kulit dan/atau baju dengan air dingin.

 

3. Gunakan Pakaian Longgar

Pakaian yang longgar dan berbahan ringan bisa membantu sirkulasi udara, serta membuat tubuh lebih cepat dingin.

Selain itu Sahabat DAAI juga bisa menggunakan topi atau payung saat keluar rumah, sehingga tidak terkena cahaya matahari secara langsung.

Baca Juga: Mencegah Resiko Heat Stress, Penyakit Akibat Tekanan Panas

4. Perhatikan Sirkulasi Udara dalam Ruangan

Sahabat DAAI bisa menutup pintu dan jendela di dalam rumah, serta memanfaatkan kipas angina untuk mendorong udara panas ke luar ruangan. Jangan lipa untuk untuk menutup gorden agar ruangan tetap terasa sejuk.

Saat malam tiba, Sahabat DAAI bisa membuka semua jendela dan pintu, serta meningkatkan sirkulasi udara sebanyak mungkin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: