Franky O. Widjaja Perkenalkan Tzu Chi di ASEAN BAC 2023 (Foto: tangkapan layar video 43rd ASEAN Summit)
Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Franky Oesman Widjaja, memperkenalkan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Master Cheng Yen pada forum internasional ASEAN-BAC Indonesia’s Summit Week 2023.
ASEAN-BAC Indonesia’s Summit Week 2023, merupakan salah satu rangkaian acara dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN Indonesia di Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Franky menjelaskan bahwa Yayasan Buddha Tzu Chi mulai berdiri di Indonesia sejak tahun 1993 dan telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi Indonesia.
Di antaranya melalui misi kemanusiaan dan upaya relawan yang berpedoman pada prinsip saling menghormati, keterusterangan, kehati-hatian, dan kecepatan.
“(Kami) bekerja sama dengan masyarakat, tanpa memandang keragaman budaya, etnis, ras, agama, dan latar belakang nasional (untuk) membawa harapan, penyembuhan, dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Franky dikutip dalam pidatonya, Selasa (5/9).

Salah satu misi amal yang dilakukan para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi, adalah pascabencana besar tsunami di Aceh.
Selain mendistribusikan barang bantuan berupa kebutuhan sehari-hari dan perawatan kesehatan, kata Franky, para relawan Tzu Chi juga bekerja siang dan malam untuk mendukung upaya rehabilitasi jangka panjang. Termasuk dengan membangun tempat tinggal baru, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan tempat lainnya.
Selain itu, Tzu Chi juga memberikan dampak positif dalam bidang kesehatan, pendidikan, peningkatan kesejahteraan dan kelestarian lingkungan.
“Kecintaan besar Tzu Chi telah menyebar ke lebih dari 67 negara, dengan lebih dari 12 juta donatur dan relawan di seluruh dunia. Didorong oleh cinta dan kasih sayang dalam setiap tindakannya, Tzu Chi menyampaikan berbagai kegiatan kemanusiaan. Termasuk bantuan bencana, perawatan medis, misi, dukungan pendidikan, dan keterlibatan masyarakat ke lebih dari 128 negara,” kata Franky.
Sejak tahun 2010, Yayasan Buddha Tzu Chi telah memperoleh status konsultatif khusus dengan Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini merupakan sebuah pengakuan signifikan terhadap kontribusi Tzu Chi di seluruh dunia.
Sebagai informasi, Master Cheng Yen pertama kali mendirikan Yayasan Buddha Tzu Chi pada tahun 1966 di Hualien, Taiwan.
Yayasan Buddha Tzu Chi merupakan sebuah organisasi nirlaba internasional yang didedikasikan untuk meringankan penderitaan orang-orang di seluruh dunia, bekerja sama dengan komunitas tanpa memandang agama, budaya, suku, ras, dan latar belakang nasional.

Upaya kemanusiaan yang dilakukan Master Cheng Yen telah mendapatkan pengakuan di seluruh dunia, bahkan sempat diliput oleh Majalah Time dalam rubrik 100 orang paling berpengaruh di dunia.
“Kesimpulannya, saya yakin kekuatan kasih sayang yang besar, yang didasari oleh cinta dan kepedulian terhadap ibu, dan makhluk hidup yang dikandungnya, akan mampu menginspirasi kolaborasi antar beragam budaya, suku, ras, agama, dan latar belakang nasional di seluruh negara ASEAN. Khususnya, guna mewujudkan menumbuhkan perdamaian, toleransi, dan harmoni dalam mendorong pertumbuhan dan kemakmuran di dalam ASEAN dan sekitarnya,” tutup Franky.

