Kaligrafi Tiongkok

Ecomatriks memenangkan kompetisi Ideation Startup Fest | Foto: Antara News

Membuat inovasi tempat sampah dengan berbasis Internet of Things (IoT), David Tri Setyo Wicaksono dan kedua mahasiswa lainnya berhasil memenangkan kompetisi Ideation Start-up Fest.

David adalah mahasiswa Universitas Ma Chung jurusan Teknik Informatika, Malang, berhasil membuat inovasi ini dengan bantuan dua temannya yang berasal dari Universitas Merdeka Malang (Unmer) dan Universitas Brawijaya (UB).

Inovasi yang dibuat oleh para mahasiswa ini diberikan nama e-bin dengan kemajuan teknologi IoT.

Pada dasarnya, IoT adalah konsep yang menghubungkan jaringan sebuah objek fisik dengan internet. Biasanya, IoT meliputi kamera, pintu otomatis, sensor, dan lain-lain.

“Tempat sampah ini bisa mengukur volume sampah yang dibuang. Kita tidak perlu setiap hari mengecek. Jika tempat sampah penuh, akan ada notifikasi melalui WhatsApp dan bisa langsung mengambilnya. Kita akan memilah dan mengolahnya kembali,” jelas David dikutip dari Antara News, Jumat (9/2/2024).

Menurutnya, ilmu yang ia dapat dalam kuliah sangat membantu dalam membuat inovasi ini.

“Perkuliahan di kampus sangat membantu untuk pengetahuan dasar dan konsep. Tidak hanya itu, belajar dengan komunitas di kampus juga bermanfaat dan menambah wawasan,” ucap David.

 

Tantangan dalam Pembuatan E-bin

David mengaku, dalam mengerjakan proyek ini beberapa start-up lain juga memiliki ide yang sama. 

Meski demikian, David dan temannya tidak menyerah, mereka merasa lebih tertantang untuk menghasilkan produk yang lebih unggul.

 

Startup Ecomatriks

Pembuatan inovasi e-bin dimulai sejak September 2023 lalu, saat David dan kedua temannya membuat startup bernama Ecomatriks.

Untuk memulai start-up ini, kompetisi Ideation Startup Fest memberikan modal awal sebesar Rp5.000.000 ke[ada David dan timnya.

David pun memaksimalkan modal tersebut untuk membuat Ecomatrics yang bergerak dalam pengelolaan sampah lingkungan (waste management). 

David menjelaskan, Ecomatriks memiliki misi yang berkelanjutan dalam mengelola sampah. Tidak hanya menampung sampah plastik dan sampah daur ulang, Ecomatriks juga menerima limbah minyak jelantah.

Ada tiga jenis layanan yang disediakan oleh Ecomatriks, yaitu workshop, e-bin, jasa drop off, dan pick-up. Namun, untuk penampungan minyak jelantah hanya dapat dilakukan dengan pelayanan drop off dan pick-up kepada Ecomatriks.

 

Berhasil Jadi Juara

Produk inovasi e-bin yang dibuat oleh David dan timnya, berhasil meraih juara pada kompetisi Ideation Start-up Fest yang diselenggarakan oleh Tujubelasan Malang. 

Tujubelasan Malang adalah gerakan yang diselenggarakan untuk memberikan semangat untuk maju disesuaikan dengan tantangan masa kini yang dihadapi oleh masyarakat Malang Raya.

Lomba tersebut diselenggarakan untuk startup yang menghasilkan inovasi dalam memberikan solusi pada permasalahan lokal.

David dan timnya berharap, produk yang mereka hasilkan bisa membantu mengatasi permasalahan lingkungan, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu, tiga dari produk e-bin sudah berhasil telah dibeli oleh salah satu perusahaan Rumah Sakit Bhayangkara. 

Penulis: Kerin Chang

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: