Penulis : Grace Kolin

Tanpa disadari, menghabiskan waktu terlalu lama di dunia online dapat menyita waktu, perhatian, dan bahkan produktivitas seseorang. Karena itu, perlu adanya langkah bijak dalam menyikapi aktivitas online agar tidak membawa dampak negatif pada kualitas hidup.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menerapkan digital minimalism. Menurut penulis buku Digital Minimalism, Cal Newport, Digital minimalism adalah filosofi penggunaan teknologi dimana seseorang memusatkan waktu online-nya hanya pada segelintir aktifitas yang telah ia pilih dengan cermat dan membawa manfaat optimal bagi dirinya.

Konsep ini juga dijalankan oleh Miranda Agustien, pelaku hidup minim sampah sekaligus pelaku digital minimalism. Untuk memiliki kualitas hidup yang optimal, ibu dari dua anak ini menyaring segala informasi yang ia terima. Ia mengikuti akun dan memilih informasi yang paling bermanfaat untuk hidupnya. Ia juga menjadwalkan kapan ia harus membuka media sosial.

Dengan digital minimalism, Miranda juga mempunyai kepekaan untuk lebih mindfull ketika membagikan informasi kepada pengikutnya di media sosial. Ia selalu menanyakan pada dirinya sendiri, apakah informasi yang ia akan bagikan memiliki manfaat atau justru memicu efek negatif untuk orang yang mengonsumsinya. “Ketika tidak bisa me-maintain dan mengatur dengan baik, kegiatan aktivitas online ini, ya itu akan sangat berdampak sekali ke kehidupan kita sehari-hari gitu. Jadi pasti sangat diterapkan dan memang harus diterapkan, karena itu dulu, jadi waras dulu,” imbuh Miranda Agustien.

Menurut Cal Newport, ada lima tips dalam mempraktikkan digital minimalism:

  1. Cermati manfaat gawai dan aplikasi didalamnya
  2. Puasa media sosial atau tinggalkan gawai sejenak
  3. Buat jadwal untuk mengonsumsi media sosial
  4. Pilih konten paling bermanfaat yang sesuai minat
  5. Alihkan aktivitas online ke aktivitas offline yang disukai
  6. Ciptakan waktu untuk diri sendiri juga keluarga

Menurut psikolog Arrundina Puspita Dewi, jika seseorang sudah mampu mengontrol penggunaan media sosialnya, maka ia akan memiliki energi untuk berkontribusi terhadap lingkungan sekitarnya. “Digital minimalism itu akan membantu banget untuk kita bisa nge-trackdown-nya lagi lifestyle-nya kita dan ngebantu ya gak cuman sehat secara mental, fisik juga. Jadi kalau misalnya tadi udah dijadwalin, beneran deh, jadi berasa. Oh ternyata satu jam ini bisa dipakai untuk journaling kah mungkin, olahraga, kita lebih banyak input yang kita kasih ke diri kita sendiri, gak cuman dapat informasi dari internet,” ujar Arrundina.