Kaligrafi Tiongkok

Beda dari yang Lain, Apa Itu Minyak Makan Merah? | Foto: Kemenkop UKM

Sahabat DAAI apakah kalian pernah menggunakan minyak makan merah untuk memasak? Baru-baru ini, pabrik minyak makan merah telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Apa kelebihannya?

Pada Kamis (14/3/2024), Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan pabrik percontohan minyak makan berwarna merah bernama Pagar Merbau di Sumatra Utara.

Sebelumnya, hasil dari minyak makan merah sudah dilakukan uji coba pada beberapa chef dan terbukti memiliki kandungan gizi yang lebih.

“Ini sudah dicoba oleh beberapa chef dan mereka menyampaikan, ‘Pak, minyak makan merah ini beda. Lebih enak dan dicek gizinya lebih baik’,” ujar Presiden Joko Widodo dikutip dari situs web Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Kamis (21/3/2024).

Inovasi ini diharapkan agar masyarakat Indonesia menggunakan hasil penjualan lokal dan memberikan nilai tambah yang lebih baik untuk para petani sawit.

“Jadi harga tandan buah segar (TBS) tidak naik dan turun, karena di sini semuanya diolah menjadi barang jadi, yaitu minyak makan merah,” ucap Jokowi.

Minyak makan merah adalah produk minyak sawit mentah yang hanya melalui proses penyulingan dan tidak mengikuti proses lanjutan, seperti minyak goreng lainnya.

Minyak tersebut berwarna merah karena tidak melalui proses pemucatan sehingga warnanya lebih gelap dari minyak goreng pada umumnya.

Minyak makan merah diperkirakan akan dijual seharga Rp15.000 per kilogram. Kisaran harga ini dirasa lebih murah dibandingkan minyak goreng umumnya, serta memiliki banyak kandungan membuat minyak makan merah dianggap sebagai alternatif minyak goreng.

Melansir dari situs web Tirto.id, Ketua Kelompok Peneliti Hilirisasi Frisda Rimbun Panjaitan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menjelaskan, minyak makan merah bisa digunakan 3-4 kali atau sama seperti minyak goreng pada umumnya. 

Meski demikian, minyak yang digunakan untuk menggoreng sebaiknya tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.

 

Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau

Pabrik minyak makan merah yang diresmikan, merupakan hasil inovasi dan telah dirancang oleh anak perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Pabrik minyak makan merah ini mampu memproduksi 10 ton crude palm oil (CPO) setiap hari, targetnya dalam satu hari bisa menghasilkan 7 ton minyak makan merah.

Pada dasarnya, 6,2 juta hektare (40,5%) luas lahan yang dimiliki oleh para petani sawit. Kemudian, Indonesia memiliki lebih dari 5,3 juta hektare luas lahan kebun kelapa sawit.

Oleh karena itu, pabrik produksi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk para petani sawit dalam negeri.

Pembangunan pabrik minyak makan merah, rencananya akan diimplementasikan ke pabrik kelapa sawit di seluruh Indonesia. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi isu minyak goreng untuk masyarakat kecil.

 

Keunggulan Minyak Makan Merah

Mengutip CNN Indonesia, ahli gizi Universitas Airlangga Lailatul Muniroh menjelaskan, minyak makan merah memiliki banyak keunggulan.

Di dalam minyak makan merah terdapat kandungan asam oleat dan linoleat yang merupakan bagian asam lemak omega-9 serta omega-6. Hal ini membuat minyak makan merah memiliki banyak manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Kemudian, minyak makan merah memiliki kandungan vitamin E dan vitamin A yang baik untuk tubuh. 

Vitamin E yang ada di dalam minyak makan merah merupakan antioksidan dan berperan penting bagi kesehatan jantung. Di sisi lain, kandungan ini memiliki manfaat untuk mendukung dan menjaga kekebalan tubuh.

Selain itu, vitamin A yang terkandung dalam minyak makan merah bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh, meningkatkan kesehatan kulit, dan mata.

“Semua kandungan ini lebih tinggi dibandingkan dengan minyak lainnya,” tutup Lailatul.

Oleh karena itu, minyak makan merah dianggap lebih baik dan memiliki banyak manfaat untuk digunakan dalam pangan.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: