Mengenal apa itu fenomena Malingering

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Pada hari Senin, Andin sedang tidak bersemangat mengikuti upacara bendera sampai selesai. Saat berbaris, ia pun melangkah sambil terhuyung-huyung untuk memberi kesan bahwa ia sedang tidak enak badan. Aksinya berhasil dan ia pun dipapah ke UKS untuk beristihat.

Aksi pura-pura sakit yang dilakukan oleh Andin ini dinamakan malingering. Apa itu malingering? Dilansir dari hellosehat.com, malingering adalah penyimpangan perilaku yang menyebabkan pelakunya mengaku sakit meski sebenarnya ia dalam keadaan sehat. Malingering juga berarti seseorang yang bertindak melebih-lebihkan penyakitnya seolah lebih parah dari yang sesungguhnya. Kedua perilaku ini memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Bagaimana caranya mendeteksi seseorang yang hanya melakukan malingering dengan orang yang benar-benar sakit? Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder edisi ke-5 (DSM-5), malingering dapat dideteksi jika ia memiliki tanda berikut ini:

  • Orang dengan malingering akan ‘kambuh’ jika sedang berada dalam kasus hukum tertentu.
  • Cenderung tidak kooperatif dan melanggar berbagai peraturan.
  • Ketika ia diperiksa oleh dokter, ia akan mudah tersinggung dan mengelak.
  • Mengeluhkan gejala yang berlebihan.
  • Mempunyai gangguan kepribadian antisosial, yaitu gangguan perilaku yang tidak menghargai hukum dan norma sosial yang berlaku.

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan saat kita menemukan orang yang dicurigai melakukan malingering:

  • Pengamatan jangka panjang

Ini berguna untuk membantu membongkar kepura-puraan, karena biasanya pelaku akan kesulitan mempertahankan kondisi tersebut dalam waktu lama.

  • Lakukan tes fisik

Umumnya pelaku malingering tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang gejala penyakit yang ia alami, sehingga ketika dilakukan tes fisik, ia bakal sulit meniru reaksi yang seharusnya terjadi di tubuhnya.

  • Sesi tanya-jawab atau konsultasi

Pelaku malingering akan kewalahan karena harus mengarang jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan petugas medis secara bertubi-tubi dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, akan ditemukan jawaban yang saling bertentangan atau tidak konsisten dari pelaku malingering.

  • Evaluasi psikologi

Langkah ini juga direkomendasikan untuk mengetahui apakah seorang memberikan jawaban yang jujur atau hanya sekadar melebih-lebihkan kondisi sebenarnya.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber