Intisar Al-Arabid (Foto: Xinhua)
Seorang guru Palestina bernama Intisar Al-Arabid (45) memberikan pelajaran gratis bagi anak-anak Gaza yang tinggal di pengungsian.
Melansir dari Xinhua, hal ini dilakukan Al-Arabid untuk membangkitkan semangat anak-anak di tengah kondisi operasi militer di Gaza.
Kondisi tersebut telah memaksa banyak anak di Jalur Gaza meninggalkan rumah dan sekolah mereka, sehingga mereka tidak bisa mengakses pendidikan dengan layak.
Al-Arabid menawarkan pelajaran gratis kepada anak-anak usia sekolah, di sekolah dasar (SD) Al-Quds di Kota Rafah, Palestina, yang telah berubah menjadi tempat penampungan bagi para pengungsi.
Al-Arabid menjelaskan, inisiatif ini muncul karena dirinya melihat anak-anak menderita stres, kecemasan, dan kekhawatiran akibat kondisi operasi militer di Gaza.
“Karena kurangnya rasa aman, beberapa anak mulai berperilaku negatif seperti melakukan kekerasan, terutama mereka yang tinggal di kamp-kamp pengungsian,” ujar Al-Arabid dikutip dalam keterangannya, Kamis (1/2).
Mata pelajaran yang diajarkan al-Arabid di sekolah tersebut meliputi matematika, sains, dan Bahasa Arab.
Namun, perjuangannya tak mudah karena Al-Arabid mulai merasa kesulitan untuk melanjutkan pengajaran di tengah kurangnya alat pendukung pembelajaran seperti pena, kertas, buku tulis, dan buku-buku pendidikan.
Al-Arabid kemudian mengambil keputusan untuk lebih berkonsentrasi pada pengajaran menghafal kepada para murid, dengan alasan bahwa hal itu akan membantu mereka menjadi lebih cerdas dan fokus.
“Namun, mereka menjadi siap untuk menerima pelajaran. Anak-anak kami membuktikan kepada dunia bahwa meskipun mereka tidak memiliki sekolah, mereka bisa belajar meskipun hanya dengan pena, mereka tetap bisa menggambar dan menulis. Beberapa anak kami bahkan mulai menulis puisi,” lanjut Al-Arabid.

(Salah satu murid pengungsi di Gaza)
Respons Masyarakat
“Anak-anak kami kehilangan semua hak asasi mereka di Gaza, termasuk hak untuk hidup, pendidikan, dan bermain,” kata seorang pengungsi Gaza Samah al-Masri (42).
Ibu dari 3 anak ini mengapresiasi inisiatif al-Arabid dalam membantu putranya yang berusia 8 tahun untuk kembali bersekolah, mengembalikan semangat hidupnya, dan menghilangkan rasa takutnya.
Guru Bahasa Arab yang berbasis di Gaza, Samir Awadallah, mengatakan bahwa inisiatif al-Arabid telah memberikan energi positif kepada penduduk setempat yang sedang berjuang melawan kematian di Gaza.
Dia mengatakan, inisiatif Al-Arabid telah mendorongnya untuk mengajar para siswa di sebuah kamp pengungsi yang terletak di bagian barat Kota Rafah.
“Kami adalah orang-orang yang mencintai kehidupan dan berusaha untuk hidup damai jauh dari perang. Kehidupan akan terus berlanjut, dan perang akan berakhir suatu hari nanti,” harap Awadallah.

(Sekolah gratis di Gaza. Foto: Rizek Abdeljawad dari Xinhua)
Harapan Anak-anak
Inisiatif Al-Arabid telah membawa telah memberikan cahaya baru bagi anak-anak pengungsi di Kota Rafah.
Mohammed Abu Reziq (12), seorang remaja Gaza yang kehilangan sekolahnya akibat serangan Israel ke Kota Gaza, adalah satu dari puluhan siswa yang mengikuti pelajaran dari al-Arabid.
“Saat ini, saya telah mengenal teman-teman sekelas yang baru dan saya merasa telah kembali ke sekolah saya yang dulu yang memberikan saya harapan bahwa saya akan kembali ke kehidupan normal saya, segera setelah tentara mengakhiri perangnya melawan Gaza,” ungkap remaja tersebut.
Al-Arabid menambahkan, “Para murid bertanya kepada saya, ‘Apakah kami akan melanjutkan pendidikan setelah kami kembali ke rumah kami?’ Saya menjawab, ‘Iya, meskipun tidak ada sekolah, kita bisa membangun sekolah untuk generasi kita yang akan datang.’”
Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

