Kaligrafi Tiongkok

Universitas HKBP Nommensen Medan Kunjungi Yayasan Buddha Tzu Chi dan DAAI TV (Foto: DAAI TV)

Universitas HKBP Nommensen Medan berkunjung ke Yayasan Buddha Tzu Chi dan DAAI TV Medan, Senin (10/7). Kunjungan ini, dilakukan untuk membahas kolaborasi pelestarian lingkungan.

Peningkatan konsumsi dan produksi manusia telah menghasilkan limbah dan sampah yang dapat mencemari lingkungan.

Kekhawatiran ini, menjadi salah satu alasan Universitas HKBP Nommensen Medan berkunjung ke Yayasan Buddha Tzu Chi dan DAAI TV Medan, pada Senin (10/7) lalu.

Rombongan Universitas HKBP Nommensen yang diwakili Dekan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan Hotden Nainggolan dan sejumlah dosen, diterima oleh perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi.

Di antaranya Lim Ik Ju selaku Ketua Tzu Chi Wilayah Medan Jati, Tony Honkley selaku Ketua Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Medan Jati sekaligus Manager Operasional DAAI TV Medan, Sani Husiana selaku Wakil Ketua Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Medan Jati, serta Lina Lumbini selaku Wakil Ketua Pelestarian Lingkungan Medan Perintis.

Menurut Hotden, Universitas HKBP Nommensen dan Yayasan Buddha Tzu Chi memiliki visi misi yang sama di bidang kesejahteraan sosial, termasuk pelestarian lingkungan.

“Sebagai perwakilan dari Fakultas Pertanian, kami memiliki keterkaitan langsung dengan lingkungan. Oleh karena itu, kami percaya bahwa fakultas kami sangat relevan dan saling terhubung dengan program-program Tzu Chi, terutama di bidang pelestarian lingkungan. Misalnya pengelolaan sampah, proses daur ulang, dan lain-lain,” ujar Hotden dikutip dalam keterangannya, Senin (17/7).

Melalui pertemuan ini, Universitas HKBP Nommensen, Yayasan Buddha Tzu Chi, dan DAAI TV berencana untuk melakukan kerja sama dan promosi di bidang pelestarian lingkungan.

Yayasan Buddha Tzu Chi sendiri, menawarkan agar Universitas KHBP Nommensen dapat menjadi salah satu Green Point, yaitu tempat pengumpulan sampah daur ulang dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

Melalui Green Point, sampah daur ulang dari kampus dinilai dapat ditangani dengan lebih baik dan bermanfaat.

Tony Honkley menjelaskan, untuk dapat menjadi Green Point Tzu Chi, masyarakat kampus harus memahami bagaimana cara penanganan sampah daur ulang. Misalnya, pemilihan sampah daur ulang harus dimulai dari orang yang membuang sampah, dengan meletakkan sampah daur ulang pada keranjang yang telah disediakan.

Untuk memastikan agar semua mahasiswa memahami prosedur ini, Hotden berencana untuk mengadakan kuliah umum kepada seluruh mahasiswa dan dosen.

Rencana kerja sama ini akan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Hotden berharap, kerja sama dengan Tzu Chi ini dapat turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

“Melalui kerja sama dan berbagai kegiatan, diharapkan ide-ide baru dapat muncul untuk mendorong inisiatif penelitian dan pengabdian masyarakat. Kami berharap, mahasiswa kami akan aktif berkontribusi dalam kegiatan ini. Kami juga mengharapkan keterlibatan mereka, kreativitas, dan inovasi dalam kegiatan yang direncanakan ke depan,” tutup Hotden.

Di akhir pertemuan, Tony Honkley mengajak dekan dan para dosen Universitas HKBP Nommensen Medan mengunjungi Jing Si Book untuk memperlihatkan produk DAAI Tech, yaitu barang-barang yang berbahan dasar plastik daur ulang.

 

Penulis: Yulia Kezia Maharani

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: