Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi tes kesehatan (Foto: Gustavo Fring dari Pexels)

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Misalnya seperti olahraga teratur, penerapan gaya hidup sehat, dan tidur cukup. Untuk mengetahui lengkap, Sahabat DAAI juga bisa melakukan tes kesehatan rutin.

Tes kesehatan atau pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu cara efektif yang bisa dilakukan untuk memantau kondisi tubuh.

Tes kesehatan yang dilakukan secara rutin, bisa membantu Sahabat DAAI untuk mendeteksi penyakit secara dini.

Dengan demikian, Sahabat DAAI bisa melakukan langkah pencegahan sebelum penyakit tersebut bertambah parah.

Berikut adalah beberapa jenis tes kesehatan yang dapat dilakukan secara rutin oleh Sahabat DAAI setidaknya setahun sekali.

 

1. Pengecekan Gula Darah

Pengecekan gula darah, dilakukan untuk mengukur kadar glukosa (gula) di dalam darah. Umumnya, tes gula darah dilakukan bagi penderita diabetes untuk memantau kadar gula dalam tubuh, sehingga bisa mencegah komplikasi penyakit.

Meski demikian, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan oleh semua orang untuk mengetahui kadar gula tubuh dan mendeteksi kondisi kesehatan sedari dini untuk selanjutnya menentukan tindakan selanjutnya.

Pengecekan gula darah bisa dilakukan kapan saja, bahkan secara mandiri di rumah dengan menggunakan alat khusus. Adapun kadar gula darah dalam tubuh dikatakan normal apabila berada pada tingkat 70-99 mg/dL3.

 

2. Pengecekan Asam Urat

Pengecekan asam urat, merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kadar asam urat di dalam darah.

Sama seperti pengecekan gula darah, pengecekan asam urat juga dapat dilakukan kapan saja dan kerap digunakan untuk mengetahui pemicu dari beberapa kondisi medis tertentu, misalnya nyeri pada sendi.

Salah satu bahaya asam urat yang tidak diobati, dapat berujung mengakibatkan batu ginjal. Hal ini disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh dan membentuk kristal yang dapat menghambat kerja dari ginjal.

 

3. Pengecekan Kadar Kolesterol

Pemeriksaan ini, dilakukan untuk mengukur jumlah kolesterol dan trigliserida dalam darah yang perlu dilakukan secara berkala.

Ada beberapa macam pemeriksaan kolesterol yang umumnya diperiksa, yakni kolesterol total, kolesterol LDL, dan kolesterol HDL. Kadar kolesterol total, bisa dikatakan normal apabila berada pada tingkat di bawah 200 mg/dL.

Lebih lanjut, pemeriksaan ini bertujuan agar seseorang dapat mengelola risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Dengan demikian, Sahabat DAAI mengambil langkah awal untuk menurunkan dan mempertahankan kadar kolesterol pada kadar yang diinginkan (<200 mg/dL).

 

4. Tes Urine

Tes urine atau urinalisis, adalah pemeriksaan menggunakan spesimen urine (kencing) untuk mengetahui kondisi terkait ginjal dan saluran kencing.

Tes ini juga bisa menggambarkan beberapa kondisi metabolisme, terutama glukosa. Pasalnya, urine mengandung sisa metabolisme dalam tubuh.

Tidak hanya itu, tes urine pun biasanya dilakukan untuk melihat adanya infeksi pada saluran kencing, kerusakan pada ginjal, dan juga pada penderita diabetes.

 

5. Pengecekan Kadar Vitamin D Pada Tubuh

Pengecekan kadar vitamin D pada tubuh, dilakukan untuk memeriksa persediaan vitamin D dalam tubuh yang diperiksa melalui spesimen darah.

Pemeriksaan kadar vitamin D dilakukan untuk mengetahui kondisi metabolisme tulang, kadar mineral dalam darah, fungsi paratiroid, hingga hormonal seseorang.

Pasalnya, defisiensi vitamin D berpotensi mengakibatkan rakitis, osteomalasia, dan beberapa penyakit nonskeletal seperti infeksi saluran pernapasan.

Tes ini, termasuk ke dalam pemeriksaan umum yang dapat dilakukan secara berkala oleh orang-orang yang memiliki kemungkinan kekurangan vitamin D.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: