Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Nenek Zubaida (Foto: The National)

Mengejar pendidikan tidak hanya boleh dilakukan oleh anak-anak. Semua orang dari beragam kalangan usia diperbolehkan mengenyam bangku pendidikan, asalkan memiliki niat dan usaha.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Hal inilah yang diterapkan oleh Zubaida Abd Elaal, nenek berusia 87 tahun yang baru saja mendaftar untuk masuk ke Sekolah Dasar (SD).

Meskipun telah punya 8 anak dan 13 cucu, tidak menghalangi semangat wanita yang berasal dari Mesir ini.

Zubaida menjadi siswi baru di SD Campur Dakma, di Kota Menoufiya, Mesir. Kementerian Sosial Mesir, memilih Zubaida sebagai salah satu dari sejuta warga tunaaksara yang ditargetkan bersekolah dalam tiga tahun.

Zubaida mengaku, saat kecil dirinya tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah karena ia tinggal di lingkungan yang sangat konservatif.

Terlebih, ayahnya tidak pernah mengizinkan Zubaida untuk pergi sekolah. Menurut ayah Zubaida, hanya anak laki-laki yang diperbolehkan untuk pergi ke sekolah. Maka dari itu, sejak kecil Zubaida tidak bisa membaca ataupun menulis.

“Saya ingin sekolah, tapi ayah saya konservatif melarang saya berpendidikan. Saya pernah minta (untuk sekolah), katanya itu bukan hak perempuan, sedangkan saudara laki-laki saya diperbolehkan,” ujar Zubaida dikutip dalam video YouTube Reuters, Selasa (14/3).

Meskipun puluhan tahun berlalu, tetapi semangat Zubaida untuk bersekolah tidak pernah padam.

Belajar membaca dan menulis adalah keinginan Zubaida. Zubaida mengaku, dirinya sangat ingin merasakan suasana belajar di dalam kelas dan duduk di meja. Untuk itu, Zubaida menolak tawaran gurunya untuk belajar di rumah.

Koordinator Prakarsa Pendidikan Dewasa Menoufiya Suzy Sobhi Sanad mengatakan, pihaknya melihat bahwa Zubaida sangat bersemangat dan mencintai pendidikan.

“(Sempat) ada kekhawatiran soal umur dia, pihak kementerian buka jalan dan dia ulet, tekun, serta senang bersekolah,” kata Suzy.

Tidak ingin sendirian, Zubaida pun gencar mengajak tunaaksara lainnya untuk ikut datang dan bersekolah bersama.

“Namun, kemauan harus datang dari mereka. Kalau orangnya mau, pasti bisa. Jika tidak, tak bisa dipaksa. Saya berjuang sebisanya, saya ingin capai sesuatu, bukan terus dituntun orang lain. Inilah kehidupan,” tutup Zubaida.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: