Perusahaan Belanda Bersihkan Sampah di Sungai Pakai Gelembung, Bagaimana Caranya? | Foto: Tayangan YouTube The Great Bubble Barrier.
Sahabat DAAI, apakah kalian pernah mendengar inovasi membuat gelembung di sungai untuk mengelola sampah?
Sejak 2017, perusahaan asal Belanda bernama The Bubble Barrier menciptakan inovasi unik yang menggunakan gelembung untuk pelestarian lingkungan.
Sampai saat ini, The Bubble Barrier mampu mengumpulkan banyak sampah yang berada di perairan. Mulai dari sampah organik maupun sampah non-organik.
Cara Kerja The Bubble Barrier
The Bubble Barrier menciptakan tirai gelembung dengan cara memompa udara, melalui pipa berlubang yang ditaruh pada dasar bawah jalur air. Hal ini menciptakan gelembung-gelembung kecil yang berbentuk seperti tirai gelembung.
Tirai gelembung ini, akan membentuk arus ke atas permukaan air, sehingga mampu mengarahkan sampah-sampah ke permukaan air.
Biasanya, tirai gelembung ini diletakkan pada posisi diagonal yang melintasi sungai. Melalui bantuan kompresor, aliran air mampu mendorong sampah-sampah plastik ke tepi dan masuk ke dalam tempat penampungan (sistem resapan).
Sampah-sampah yang masuk ke dalam sistem resapan akan dikumpulkan dan akan diambil untuk diproses dan digunakan kembali.
Adapun dalam inovasi ini teknologi penting yang digunakan adalah bubble curtain, sistem resapan, dan kompresor.
Gelembung yang diciptakan akan membentuk sebuah tembok penghalang agar sampah tidak mengalir ke lingkungan laut.
Singkatnya, inovasi ini bertujuan untuk menangkap sampah-sampah yang ada di perairan dan mencegah sampah agar tidak mengalir ke laut.

Ilustrasi cara kerja The Bubble Barrier | Foto: Tayangan YouTube The Great Bubble Barrier.
Efektivitas The Bubble Barrier
Sampai Juni 2021, inovasi ini terbukti efektif untuk menangkap sampah. The Bubble Barrier setidaknya mampu menangkap 86% sampah di perairan yang telah dipasangi The Bubble Barrier.
Selama 1 bulan, setidaknya The Bubble Barrier mampu mengumpulkan sampah-sampah kering sebanyak 85 kg atau 8.000 sampah.
Sudah Diterapkan di Berbagai Negara
Mengutip dari situs resminya, inovasi ini sudah diterapkan di beberapa negara.
Pada 2018, The Bubble Barrier sudah mulai diterapkan pada perairan sungai Katwijk, Belanda. Sampai Juli 2023, sampah yang terkumpul sudah 959 kg atau sebanyak 185.876 sampah.
Tahun 2019, The Bubble Barrier sudah mulai diterapkan pada perairan sungai Westerdok, Amsterdam, Belanda, untuk melindungi The North Sea. Sampai Maret 2024, sampah yang terkumpul sudah 4.158 kg dan sekitar 805.631 sampah.
Selain itu, The Bubble Barrier sudah mulai diterapkan pada perairan Wervershoof, Belanda, dan Sungai Vila do Conde, Portugal, untuk melindungi Samudra Atlantik.
Tahun 2024, The Bubble Barrier mulai diterapkan pada Sungai Van Harinxmakanaal, Harlingen, Texas, USA untuk melindungi Laut Wadden.
Melalui salah satu postingan media sosial @thegreatbubblebarrier, tahun 2024 inovasi ini sudah mulai diterapkan di sungai di Spanyol.

Punya banyak manfaat | Foto: Tayangan YouTube The Great Bubble Barrier.
Punya Banyak Manfaat
Uniknya, teknologi ini tidak merusak ekosistem dan justru memiliki banyak manfaat.
Teknologi tirai gelembung ini sangat aman untuk hewan-hewan yang berada di perairan. Meski tirai gelembung mampu mendorong sampah ke tepi perairan, tetapi hewan-hewan mampu berenang melewati tirai gelembung.
Kemudian, inovasi ini juga sudah dipastikan tidak akan mengganggu perjalanan kapal-kapal kecil.
Di sisi lain, tirai gelembung mampu meningkatkan oksigen yang larut di dalam perairan. Hal ini justru menguntungkan ekosistem akuatik.
Inovasi ini tidak memerlukan pengawasan setiap saat dalam jarak yang dekat. The Bubble Barrier dibuat dengan teknologi canggih agar mampu dipantau melalui jarak jauh. Selain itu, inovasi ini sudah pasti cocok dengan penempatan perairan mana pun.
Mengutip dari situs web earthshotprize.org, menurut Co-Founder The Bubble Barrier Francis Zoet, sungai merupakan jalan raya menuju lautan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengangkut sampah-sampah yang ada di sepanjang perairan menuju laut.
“Great Bubble Barrier menghentikan plastik mencapai laut dengan mencegatnya dari saluran air pedalaman. Sistem Amsterdam kami, saat in sudah mencegah 8.000 buah plastik mencapai Laut Utara setiap bulan,” jelas Francis.
Rencana ke Depan
Francis mengaku, tim The Great Bubble Barrier tidak akan berhenti untuk menyebarkan inovasi di Belanda. Ia ingin inovasi ini bisa sampai ke ranah internasional.
“Tetapi kami tidak berencana untuk berhenti di situ, sistem internasional pertama ada dalam agenda dan kami tidak sabar untuk mengatasi polusi melintasi perbatasan kami,” tutup Francis.
Beberapa kali, inovasi ini juga mulai menarik media internasional seperti Jepang, Spanyol, dan Jerman.
Penulis: Kerin Chang

