Ilustrasi karang gigi (Foto: ditrynaumov via Canva Pro)
Karang gigi adalah timbunan plak yang mengendap dan mengeras di permukaan gigi. Plak gigi sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa, sehingga pembersihannya hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi.
Menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting dilakukan karena merupakan gerbang pertama masuknya makanan ke dalam tubuh, serta menjadi pertahanan pertama imunitas tubuh.
Spesialis Penyakit Mulut drg. Cut Mytha Fitriana, Sp.PM., menjelaskan, ada beberapa keluhan yang kerap dialami pasien terkait kebersihan gigi dan mulut.
Di antaranya, adalah masalah gigi berlubang, peradangan gusi sampai infeksi, bahkan sampai kerusakan jaringan penyangga gigi yang bisa memperbesar potensi gigi tanggal secara tiba-tiba.
Selain itu, masalah karang gigi juga kerap dikeluhkan pasien yang pergi ke dokter gigi.
“Di dalam mulut ada juga lapisan bernama mukosa yang sering terjadi sariawan. Itu gangguan yang sering terjadi di rongga mulut,” ujar drg. Mytha dikutip dalam tayangan YouTube DAAI Family, Rabu (5/7).
Penyebab Karang Gigi
Karang gigi disebabkan oleh plak yang terdiri atas sisa-sisa makanan. Setelah menyangkut di gigi, plak masih bisa hilang dengan sikat gigi karena masih lembek, tetapi jika selama 2-3 hari sisa makanan tidak dibersihkan, maka akan menjadi plak.
Jika plak itu tertempel oleh sisa makanan lagi dan tercampur bakteri di dalam mulut, selama 2-3 bulan ke depan plak bisa berubah menjadi karang gigi yang sulit dibersihkan sendiri di rumah.
“Makanan yang tertempel di gigi dan tidak bisa dibersihkan akan dipecah oleh bakteri menjadi asam oleh bakteri. Jika tertimbun selama berhari-hari di dalam mulut, akan timbul peradangan yang diikuti oleh pembentukan karang gigi jika tidak disikat atau dibersihkan,” jelas drg. Mytha.
Ada beberapa jenis makanan yang bisa mempercepat potensi pembentukan karang gigi, yakni makanan yang tinggi gula, tinggi karbohidrat, lembut, dan makanan yang lengket.
“Sebaliknya, makanan yang bisa membuat gigi lebih sehat adalah makanan berserat, keras, atau lebih kasar,” kata drg. Mytha.
Bahaya Karang Gigi
Karang gigi yang dibiarkan lama di dalam mulut akan mengeluarkan racun di gusi. Jika terbawa oleh tubuh, hal ini bisa berbahaya khususnya untuk orang-orang dengan penyakit jantung karena bisa menyebabkan radang atau infeksi jantung.
Selain membuat racun, karang gigi juga bisa merusak jaringan pendukung gigi, sehingga tulang gigi bisa ikut rusak dan bisa tanggal secara tiba-tiba.
Karang gigi juga bisa menyebabkan bau mulut yang berpotensi mengurangi rasa percaya diri.
Perawatan Karang Gigi
Karang gigi harus dibersihkan oleh dokter gigi menggunakan alat khusus yang hanya ada di klinik gigi atau rumah sakit.
“Kalau rajin sikat gigi dan aware dengan kesehatan gigi. Sebenarnya cukup periksa setahun 2 kali, atau setiap 6 bulan sekali. Namun, kalau ada kelainan sitemik atau penyakit lain, sebaiknya periksakan ke dokter gigi selama 3 bulan sekali atau bisa setahun 3-4x untuk ke dokter gigi,” jelas drg. Mytha.
Cara Mencegah Karang Gigi
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah karang gigi, yakni sebagai berikut.
1.Jaga Kebersihan Mulut
Salah satu hal yang bisa dilakukan secara sederhana di rumah, adalah sikat gigi dua kali sehari dengan waktu dan cara yang tepat. Menurut drg. Mytha, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, adalah pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
Sementara itu, cara yang tepat bisa dilakukan dengan memilih kepala sikat gigi yang tidak terlalu besar agar bisa menjangkau bagian belakang dan sela-sela gigi, serta pilih bulu sikat yang lembut agar lentur.
“Arah sikat giginya vertikal daripada horizontal, jadi dari gusi ke arah gigi. Untuk rahang atas, sikat dari atas ke bawah, kalau dari rahang bawah sikat dari bawah ke atas, sehingga cepat mengeluarkan sisa-sisa makanan dari gigi,” ungkapnya.
2.Gunakan Sikat Gigi Elektronik
Menurut drg. Mytha, ada penelitian yang mengatakan bahwa penggunaan sikat gigi biasa dan elektronik sama hasilnya.
Jika menggunakan sikat gigi secara manual, perlu diketahui bagaimana cara yang benar untuk menyikat gigi.
“Sikat gigi elektronik ini boleh digunakan oleh orang-orang yang kurang terampil, misalnya berkebutuhan khusus,” katanya.
3.Sikat Gigi dengan Soda Kue
Anjuran untuk sikat gigi menggunakan soda kue memang bisa dilakukan untuk membersihkan plak, tetapi takaran yang dimasukkan harus sesuai dengan anjuran dokter.
Sayangnya, tidak sedikit orang yang abai dengan hal ini, sehingga takaran yang digunakan salah dan malah membahayakan.
Sebagai alternatif, drg. Mytha mengimbau konsumen untuk menggunakan produk pasta gigi yang memiliki kandungan soda kue agar takaran lebih pas dan tidak berbahaya.
4.Pasta Gigi Mengandung Fluoride
Fluoride adalah salah satu kandungan yang dibutuhkan oleh gigi untuk ‘menambal’ fluoride di gigi yang telepas.
Biasanya, fluoride yang terlepas dari gigi disebabkan oleh asam, sehingga gigi menjadi lebih mudah berlubang.
“Melalui fluoride yang ada di pasta gigi, maka akan terjadi pertukaran fluoride, terjadi tambal sulam menggantikan fluoride alami di gigi,” jelas drg. Mytha.
5.Gunakan Dental Floss dan Mouthwash
Untuk memaksimalkan kebersihan gigi, konsumen bisa menggunakan dental floss atau benang gigi dan berkumur dengan air biasa.
Penggunaan obat kumur khusus, bisa digunakan saat agenda penting saja karena penggunaan dalam jangka waktu panjang bisa membuat kuman baik dalam mulut perlahan mati dan kehilangan keseimbangan.
“Kalau kita telaten sikat gigi, mouthwash nggak terlalu dibutuhkan. Kalau memang dibutuhkan, kita bisa konsultasi lebih dulu dengan dokter gigi untuk tahu produk mana yang cocok dan dibutuhkan gigi,” tutup drg. Mytha.

