Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi kulit sensitif (Foto: dragana991 via Getty Images)

Kulit merupakan salah satu organ terbesar pada manusia yang punya fungsi proteksi. Ketika terjadi iritasi, maka akan sulit untuk tidak dihiraukan.

Kulit sensitif bisa terjadi pada beberapa orang karena adanya perbedaan genetik pada pelindung kulit normal, atau adanya iritasi kulit yang sangat parah hingga meradang.

Lewat peradangan ini, sistem kekebalan pada dasarnya bereaksi berlebihan terhadap iritasi atau alergen yang terpapar pada kulit.

Kulit sensitif bukanlah penyakit, tetapi merupakan gejala dari kondisi lainnya. Sahabat DAAI mungkin tidak sadar punya kulit sensitif, sampai mengalami sendiri reaksi buruk saat menggunakan produk kosmetik.

Umumnya, kulit sensitif bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, yakni di tangan, kaki, lengan, kaki bagian bawah, bahkan di wajah.

Umumnya, ada beberapa gejala kulit sensitif, yakni kulit merah, bengkak, dan gatal, adanya kemerahan kulit tanpa pembengkakan, kulit terasa menyengat atau terbakar, adanya ruam, kulit terasa kering sampai pecah-pecah atau berdarah.

Gejala kulit sensitif ini bisa muncul dalam berbagai cara, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Mengutip dari Healthline, berikut adalah beberapa jenis kulit sensitif dan penyebab utamanya.

 

1. Kulit Kering

Kulit bisa menjadi kering ketika kehilangan banyak minyak alami dan kandungan air, sehingga menyebabkan gatal, kulit mengelupas, terasa kasar saat disentuh, kulit pecah-pecah dan berdarah, kemerahan.

Sahabat DAAI bisa merawat kulit kering dengan mengembalikan kelembapan pada bagian tersebut. Mengoleskan pelembap dua hingga tiga kali sehari, bisa membantu mengembalikan kelembapan dan mencegah kulit mengering di kemudian hari. Coba gunakan pelembap bebas pewangi yang dibuat khusus untuk orang dengan kulit sensitif.

 

2. Eksem

Dermatitis atopik (eksem) bisa memengaruhi kemampuan kulit untuk melindungi Sahabat DAAI dari iritasi. Kondisi ini, bisa membuat Sahabat DAAI menjadi sangat sensitif, bahkan terhadap produk yang dianggap biasa saja.

Gejala eksem berbeda-beda pada setiap orang, misalnya seperti kulit terasa kering, gatal, adanya benjolan kecil yang bisa mengeluarkan cairan, bercak kulit berwarna merah, kulit bengkak, bersisik, atau pecah-pecah.

Untuk mengurangi eksem dengan gejala ringan, Sahabat DAAI bisa menggunakan pelembap antigatal. Namun, jika gejala bertambah parah, Sahabat DAAI bisa langsung menemui dokter kulit untuk perawatan lebih lanjut.

 

3. Dermatitis Kontak Iritan

Kondisi ini, biasanya ditandai dengan adanya ruam merah dan rasa gatal yang timbul saat lapisan pelindung kulit rusak oleh sesuatu yang disentuhnya.

Pada kebanyakan kasus, ruam hanya akan berkembang di area yang bersentuhan langsung dengan iritasi.

Beberapa gejala dari dermatitis kontak iritan, adalah adanya ruam merah, rasa gatal, kulit bersisik atau kering, ada benjolan atau lecet, sampai kulit bengkak atau terbakar.

Biasanya, dermatitis kontak iritan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Meski demikian, Sahabat DAAI masih perlu mencari tahu apa penyebab reaksi alergi tersebut, sehingga bisa dihindari di masa mendatang.

 

4. Rosasea

Rosasea adalah penyakit kulit umum yang biasanya memengaruhi bagian wajah. Beberapa tanda awalnya, adalah kulit lebih mudah mengalami kemerahan.

Rosasea bisa menyebabkan sensitivitas ekstrem, bahkan penggunaan beberapa produk bisa menyebabkan rasa terbakar dan perih.

Beberapa gejala lainnya, adalah adanya kemerahan pada wajah, telinga, dada, atau punggung, adanya benjolan kecil dan jerawat, sampai pembuluh darah yang terlihat.

Adapun pengobatan rosasea dalam jangka panjang biasanya bergantung pada resep obat dari dokter. Untuk itu, Sahabat DAAI bisa berkonsultasi lebih lanjut untuk menangani masalah ini.

 

5. Fotodermatosis

Fotodermatosis adalah reaksi kulit abnormal terhadap sinar matahari. Sinar ultraviolet (UV) di bawah sinar matahari dapat memicu sistem kekebalan Sahabat DAAI, serta bisa menyebabkan ruam, lecet, atau bercak kulit bersisik.

Umumnya, fotodermatosis bisa sulit dikenali. Jika ruam hanya muncul pada bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, ini bisa jadi merupakan pertanda fotodermatosis.

Selain itu, jika ada garis yang membedakan antara kulit tertutup dan tidak, kondisinya semakin parah di musim panas, kulit yang tertutup rambut tidak terpengaruh, atau kulit yang tertutup bayangan juga terhindar dari ruam, maka ini juga bisa jadi pertanda fotodermatosis.

Beberapa produk yang bisa mengurangi iritasi fotodermatosis, yakni tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi, gunakan pakaian dengan UPF, serta gunakan gel lidah buaya.

Jika gejala tidak membaik, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan menyeluruh dan cocok dengan kondisi Sahabat DAAI.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: