Sumber Gambar : infopbg.com
Penulis : Grace Kolin
Sekilas, gambar diatas terlihat seperti telur. Padahal jika dilihat lebih dekat, gambar tersebut adalah gambar kue Nopia, salah satu kue khas Banyumas, Jawa Tengah. Aslinya kue ini memiliki kulit berwarna putih yang renyah, serta diisi dengan gula merah.
Namun seiring perkembangan zaman, pembuat kue ini kemudian mencoba melakukan inovasi terhadap kue ini dari segi warna kulit dan rasa. Sehingga kue Nopia juga memiliki variasi warna kulit yang lain seperti warna hijau dengan isian yang lebih beragam seperti durian, cokelat, dan lainnya.
Kue Nopia mulai dipopulerkan oleh etnis Tionghoa yang tinggal di Banyumas pada tahun 1880. Kue memiliki dua bentuk ukuran yang cukup besar, hampir sebesar kepalan tangan. Selain itu ada juga versi kecil dari Nopia yang disebut dengan Mino atau Mini Nopia.
Kue ini terdiri dua bagian, yaitu kulit dan isian. Kulitnya terbuat dari campuran tepung terigu dengan air yang diaduk hingga menjadi adonan. Adonan itu kemudian dijadikan bulatan kecil-kecil, dipipihkan dengan tangan dan diisi dengan gula Jawa atau isian lainnya. Setelah itu, adonan yang sudah diisi dibulatkan kembali dan siap untuk dipanggang.
Proses pemanggangan Kue Nopia terbilang unik. Kue ini tidak dipanggang dengan oven, melainkan dengan tungku berukuran besar yang terbuat dari tanah liat. Tungku ini terlihat seperti sebuah sumur dan dapat menampung hingga ratusan adonan Nopia.
Biasanya, adonan kue ini akan ditempelkan di dinding bagian dalam tungku selama kurang lebih 15 menit dengan suhu sekitar 90 derajat Celcius sampai matang. Jika terlalu lama dipanggang, kue ini bisa pecah. Setelah jadi, kue ini berbentuk seperti telur. Tak heran bila banyak yang menyebut jajanan ini sebagai endog penyu (telur penyu), endog gajah (telur gajah), endog gludug (telur guntur) dan lainnya. Karena proses pembuatannya yang menarik, tidak sedikit wisatawan yang memilih untuk mendatangi pabrik tempat produksi kue ini untuk melihat langsung seperti apa proses pembuatan kue ini sekaligus membelinya hasil jadinya.
Selain Banyumas, kue Nopia juga juga menjadi oleh-oleh khas Purbalingga. Pada akhir Oktober 2021, kue Nopia Purbalingga ditetapkan sebagai salah satu dari 51 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Tengah oleh pemerintah.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

