Sumber : Independensi

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Saat ini, kehidupan manusia hampir tidak dapat dipisahkan dari gawai. Selain menjembatani manusia dalam hal komunikasi dan relasi, gawai juga digunakan untuk beragam kebutuhan seperti untuk menyelesaikan pekerjaan, mengisi waktu luang, hiburan, hingga mengikuti perkembangan info terkini.

Karena kebutuhan ini pula, tidak jarang manusia jadi betah duduk berlama-lama menatap gawai. Jika terlalu sering dan dilakukan dalam waktu yang lama, kebiasaan ini dapat menimbulkan Text neck syndrome. Apa itu? Text neck syndrome adalah rasa sakit di bagian leher yang muncul akibat terlalu sering bermain gawai. Rasa sakit ini timbul akibat adanya tekanan berulang di daerah leher.

Tidak banyak yang menyadari bahwa dalam posisi netral, kepala manusia memiliki berat sekitar 4,5-5 kg. Bayangkan, ketika manusia menundukkan kepala terlalu lama, otomatis beban pada leher akan bertambah berkali-kali lipat. Semakin besar derajat kemiringan kepala, maka semakin berat pula beban yang harus ditahan oleh leher.

Dilansir dari halodoc.com, gejala sindrom text neck ditandai dengan munculnya rasa nyeri di leher, punggung atas atau bahu, postur kepala cenderung ke depan dan bahu menonjol, berkurangnya mobilitas, sakit kepala, dan memburuknya rasa nyeri saat leher ditekuk. Meski terkesan sepele, sindrom ini juga dapat mengakibatkan dampak yang serius. Mengutip dari laman klikdokter.com, text neck dapat menyebabkan peradangan pada otot-otot leher, ligamen dan saraf, kerusakan permanen, serta peningkatan kelengkungan pada tulang belakang jika tidak diobati.

Jika seseorang sudah terlanjur mengalami sindrom ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengobati text neck syndrome, seperti yang dilansir dari fisioterapi.fkunud.com. Yang pertama adalah menjalani program terapi fisik. Contoh program latihan yang dapat diberikan untuk pasien text neck syndrome, adalah program McKenzie Neck Exercise dan Forward Head Posture Exercise, dimana gerakan latihannya terletak pada gerakan yang selalu dimulai dari arah sisi nyeri ke arah sisi tidak nyeri, disertai koreksi postur. Yang kedua adalah dengan melakukan latihan yoga. Olahraga ini berguna untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan leher, serta untuk mengurangi postur kepala ke depan.

Mengutip dari fisioterapi.fkunud.com, sindrom text neck dapat dicegah dengan beberapa cara berikut ini:

  • Mengangkat gawai sampai pada ketinggian sejajar dengan mata agar tidak menunduk terlalu lama dan mencegah ketegangan pada tulang belakang.
  • Meluangkan waktu sejenak untuk beristirahat dari penggunaan gawai dan untuk menegakkan kepala.
  • Lakukan peregangan yang bermanfaat untuk menghilangkan ketegangan di leher. Bisa dengan memiringkan kepala ke kiri dan ke kanan, lalu memutarnya beberapa kali. Kemudian, putar bahu ke belakang atau ke depan, dan tarik punggung ke belakang.
  • Berolahraga secara teratur.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber