Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi dana pendidikan anak (Foto: RyanKing999 via Canva Pro)

Tabungan pendidikan anak menjadi hal yang penting disiapkan orang tua. Banyak manfaat yang didapatkan apabila orang tua memiliki tabungan pendidikan anak sejak dini.

Mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin sangatlah penting. Pasalnya, tabungan pendidikan anak bisa meringankan beban finansial keluarga dari biaya kebutuhan sekolah di masa depan yang terus meningkat karena inflasi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui bahwa setiap tahunnya terjadi inflasi pendidikan sebesar 3,81% dan kenaikan rata-rata uang pangkal sekolah sebesar 10%-15%.

Oleh karena itu, orang tua harus merencanakan biaya pendidikan anak sedini mungkin, sehingga masa depan pendidikan anak bisa lebih terjamin.

Memperingati Hari Anak Nasional, berikut adalah beberapa panduan yang bisa dilakukan orang tua untuk menyiapkan tabungan pendidikan anak.

 

1. Melakukan Riset Biaya Pendidkan Anak

Sahabat DAAI bisa menentukan instansi pendidikan yang akan ditempuh anak di masa depan. Ketahui berapa biaya yang harus dikeluarkan, serta kenaikan per tahunnya untuk berbagai jenjang pendidikan.

Pastikan Sahabat DAAI membuat rencana anggaran sesuai dengan periode waktu belajar wajib sekolah. Selain itu, Sahabat DAAI juga bisa coba menelusuri biaya pendidikan di dalam dan luar negeri. 

Namun, orang tua juga harus tetap memberikan kebebasan bagi anak untuk memilih. Pasalnya, pendidikan yang berhasil tentu berasal dari minat dan bakat sang anak.

 

 

2. Buat Rencana Anggaran Pendidikan Dan Perhitungkan Inflasi

Di dalam membuat rencana anggaran dana sekolah anak, Sahabat DAAI harus sudah bisa menentukan prioritas alokasi gaji setiap bulan untuk tabungan pendidikan anak.

Meski demikian, Sahabat DAAI perlu memastikan tetap bisa memenuhi pos kebutuhan pokok, dana darurat, dana pensiun, dan pos pengeluaran lainnya.

Setelah menetapkan rencana tabungan, Sahabat DAAI harus menyesuaikannya dengan perkiraan tingkat inflasi pendidikan. Naiknya biaya pendidikan anak memang tidak dapat dihindari, tetapi Sahabat DAAI bisa melakukan antisipasi mulai dari sekarang.

Sahabat DAAI bisa membuat perkiraan simulasi perhitungan biaya pendidikan, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi beserta inflasinya. Pahami juga bahwa adanya peningkatan kualitas dan fasilitas setiap sekolah juga mempengaruhi harga iuran sekolah.

 

 

3. Buat Strategi Keuangan yang Matang

Proses mempersiapkan dana tabungan pendidikan anak ini perlu direncanakan dengan strategi yang matang.

Pertama, Sahabat DAAI perlu memikirkan dulu media yang akan dipakai untuk menabung. Apakah dana tabungan akan disimpan di rekening pribadi, atau ada rekening khusus yang sudah disiapkan.

Selain lewat akun rekening bank, mungkin Sahabat DAAI juga bisa mempertimbangkan instrumen investasi tertentu. Untuk memastikan tabungan pendidikan anak lebih optimal, alokasikan sebagian dana tersebut ke instrumen investasi pilihan Sahabat DAAI untuk membantu mencapai target tabungan dengan lebih cepat.

 

 

4. Pakai Asuransi untuk Melindungi Rencana Keuangan

Sebagai pencari nafkah, orang tua perlu memiliki asuransi kesehatan. Jika memungkinkan, orang tua juga perlu melengkapinya dengan asuransi jiwa agar dapat menjamin kesejahteraan keluarga dalam menghadapi risiko kesehatan atau kematian yang tidak terduga.

Kepemilikan asuransi ini sangat penting karena dapat melindungi masa depan anak secara finansial. Besar biaya yang diterima dari asuransi akan tergantung pada jumlah uang pertanggungan, sehingga penting untuk memastikan bahwa nilai pertanggungan dapat memenuhi kebutuhan masa depan keluarga secara maksimal termasuk biaya pendidikan anak.

Melalui pembayaran dari asuransi, orang tua juga dapat sekaligus melunasi utang yang ada, serta mengamankan keuangan keluarga untuk membiayai pendidikan anak hingga mereka menamatkan studi. Semua ini menjadi langkah penting, khususnya dalam memastikan masa depan keluarga tetap terjaga dan stabil.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: