Kaligrafi Tiongkok

Siswa Indonesia dapat medali di IChO (Foto: Puspresnas)

Siswa Indonesia sukses meraih empat medali pada ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-55 di Zurich, Swiss.

Siswa Indonesia berhasil membawa pulang total empat medali, yakni 2 medali perak dan 2 medali perunggu.

Dua medali perak diraih oleh dua siswa, yaitu Kevin Lius Bong dari SMAK Petra 1 Surabaya dan Abraham Abednego Lincoln dari SMAS 1 Kristen BPK PENABUR Jakarta.

Kemudian, dua medali perunggu dipersembahkan oleh Muhammad Ezra Sarliviano dari MAN Insan Cendekia Serpong dan Muhammad Adyan Dafi dari SMA Cahaya Rancamaya Bogor.

Staf Ahli Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Bidang Manajemen Talenta Tatang Muttaqin mengapresiasi prestasi siswa yang telah berjuang dan mengharumkan nama Indonesia di ajang IChO.

“Tentu harapan ke depannya bisa mendapatkan medali emas. Ini merupakan bagian ikhtiar kita dalam mempersiapkan talenta agar lebih kuat. Saya ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada siswa karena mereka sudah meraih prestasi yang tidak mudah didapatkan,” ujar Tatang dikutip dalam keterangannya, Kamis (3/8).

Tatang menjelaskan, Kemendikbudristek memiliki Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT). Nantinya, capaian prestasi keempat siswa di ajang IChO akan terdata di SIMT, sehingga bisa bermanfaat untuk para siswa di masa depan.

“Saya juga berbicara dengan salah satu peserta, yaitu Kevin Lius Bong. Sebenarnya nilainya hanya satu angka untuk mendapatkan medali emas, ini menunjukkan kalau Indonesia tidak kalah dengan negara lainnya,” jelas Hendarman.

Hendarman juga menyampaikan, keempat peraih medali sudah mendapatkan perguruan tinggi. Dua di antaranya adalah penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM), yaitu Muhammad Ezra Sarliviano di University of Toronto jurusan Material Science, serta Abraham Abednego Lincoln di Nanyang Technological University jurusan Material Engineering.

Sementara itu, dua siswa lainnya, yaitu Kevin Luis Bong telah mendapatkan Beasiswa ASEAN dari Pemerintah Singapura di National University of Singapore jurusan Chemical Engineering, serta Muhammad Adyan Dafi diterima di Universitas Indonesia pada jurusan Teknik Kimia melalui Seleksi Jalur Prestasi (SJP).

Menurut Hendarman, orang tua dari para siswa penerima beasiswa di luar negeri tersebut mengharapkan anak-anaknya kembali dan mengabdi kepada Indonesia.

“Mereka meminta anak-anaknya setelah lulus kuliah di luar negeri untuk pulang ke Indonesia. Bagi mereka ada tantangan untuk anak-anak ini karena mereka telah mendapatkan beasiswa dan itu adalah uang rakyat. Untuk itu, mereka harus kembalikan dalam bentuk pengabdian kepada Indonesia. Mereka berpesan kepada anak-anaknya agar ke depannya Indonesia harus diperbaiki,” kata Hendarman.

Pada kesempatan yang sama, Kevin Luis Bong peraih medali perak dari SMAK Petra 1 Surabaya mengatakan dirinya sangat bersyukur bisa mendapat medali perak dalam ajang IChO. Kevin juga menyampaikan komitmennya untuk mengabdi kepada Indonesia setelah menyelesaikan studinya di luar negeri.

“Puji Tuhan saya dapat mendapatkan medali perak tahun ini. Target saya ke depannya, apa yang saya dapatkan di jurusan Teknik Kimia National University of Singapore semoga nantinya bisa bermanfaat dan membantu Indonesia,” katanya. 

Selama mengikuti IChO, siswa Indonesia juga didampingi oleh tim pembina dari Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Institut Teknologi Bandung (FMIPA-ITB).

Deana Wahyuningrum selaku salah satu pembina menjelaskan, Tim Olimpiade Kimia Indonesia akan melakukan evaluasi atas prestasi yang diraih di IChO 2023.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan mekanisme pembinaan yang lebih baik agar Indonesia dapat mempersembahkan medali emas IChO 2024 yang akan digelar di Riyadh, Arab Saudi.

“Mudah-mudahan anak-anak kita selanjutnya bisa terus berprestasi lebih baik dan meraih medali emas di IChO pada tahun depan. Tentu saja kita harus mengevaluasi bagaimana mekanisme dan teknik pembinaan, terutama dalam mengasah keterampilan anak-anak melakukan eksperimen di laboratorium,” tutup Deana.

Sebagai informasi, IChO adalah kompetisi kimia untuk siswa di tingkat sekolah menengah. Kompetisi IChO membantu memfasilitasi hubungan baik di antara para pelajar dari berbagai negara.

Tahun ini IChO diselenggarakan di Zurich, Swiss, pada tanggal 16-25 Juli 2023. Tim Indonesia sendiri bersaing dengan 348 peserta dari 89 negara.

Jalannya kompetisi ini terdiri atas dua bagian, bagian pertama adalah kompetisi praktis (ekperimental) dan bagian kedua kompetisi teoritis.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: