Ada sejarah di balik kenikmatan pukis.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Siapa yang tidak kenal dengan kue pukis? Kue yang manis ini memiliki bentuk setengah bulat yang khas. Bahan dan cara untuk membuat pukis juga terbilang cukup sederhana. Bahan-bahan utama yang teridiri dari telur, gula pasir, tepung terigu, ragi, dan santan diaduk dan dituangkan ke dalam cetakan setengah bulat, kemudian dipanggang di atas api.

Setelah adonan matang, aneka topping seperti gula, keju, kacang, hingga meses ditaburkan di atasnya. Kue ini sangat cocok dinikmati selagi masih hangat, terutama dalam kondisi cuaca dingin. Ketika dimakan, kue ini terasa legit, lembut dan empuk di dalam mulut.  

Bicara soal daerah asalnya, kue pukis berasal dari Jawa Tengah. Tidak hanya ada di Jawa Tengah, kini kue ini telah menyebar ke berbagai daerah seperti Surabaya, Jakarta, bahkan seluruh nusantara.

Ada sejarah di balik kenikmatan pukis. Melansir dari radioonairfmpare.com, kue ini lahir pada masa penjajahan. Dimana kala itu, masyarakat Desa Sampang, di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah diculik penjajah untuk dipekerjakan membuat kue pukis.

Dulunya, resep kue pukis ini tidak pernah diberitahukan kepada siapa pun. Namun, entah mengapa seseorang di antara mereka ada yang mendapatkan beberan informasi mengenai bahan apa saja yang digunakan untuk membuat kue ini dan bagaimana cara pembuatannya. Karena merasa bosan dijajah, seseorang yang tahu cara membuat pukis tadi pun berinisiatif untuk melarikan diri dari tempat penculikan dan berhasil lolos.

Tanpa menunggu lama, ia langsung mempraktikkan resep kue pukis yang telah ia ketahui. Hasilnya, kue pukis ini kemudian menjadi primadona dan kelezatannya terkenal sampai seluruh Indonesia.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber