Ubah Sampah Jadi Karya Indah, Seniman ini Buat Lukisan dari Sampah Plastik | Foto: detik.com
Sahabat DAAI, apakah kalian sudah menerapkan daur ulang? Tahukah kalian, sampah yang kita biarkan ternyata bisa menjadi hasil karya lukis yang indah.
Seniman asal Medan, Edy Suranta Ginting, menarik banyak perhatian warganet karena keahliannya dalam mengubah sampah menjadi sebuah karya yang indah.
Bukan hanya seniman, Edy merupakan seorang aktivis lingkungan. Ia sering membagikan proses hasil karya lukisannya yang menggunakan sampah plastik.
Mulanya, ia melukis wajah jurnalis terkenal Najwa Shihab menggunakan sampah-sampah plastik. Kemudian, diikuti dengan tokoh nasional dan publik figur lainnya. Hasil karyanya, membuat Edy sempat diundang ke berbagai stasiun TV.
Hasil Karya Lukisan
Mengutip dari Kompas.com, beberapa karyanya bahkan sudah dijual mulai dari harga Rp200 juta sampai Rp350 juta.
Melansir dari situs web karosatuklik, Edy menghasilkan dua tipe karya. Tipe idealisme dan pesanan. Kedua tipe karya Edy memiliki perbedaan yang mencolok.
Biasanya, para pelanggan yang memesan tipe karya pesanan meminta untuk digambarkan wajah dengan berbahan sampah plastik.
Di sisi lain, tipe karya lukis idealisme yang dibuat Edy mengangkat tema atau isu sosial. Pada tipe karya ini, lebih banyak diminati oleh para pecinta seni.
“Itu lebih ke imajinasi (lukis idealisme). Misalnya, saya cari judul, kemudian saya pecah menjadi visualisasi. Penyampaian ke arah sosial. Orang luar suka dengan style ini dengan memberikan kreativitas ke pelukisnya. Jadi, tak heran jika beli dengan harga ratusan juta itu bukan hal luar biasa,” ujar Edy dikutip dari karosatuklik, Jumat (3/5/2024).
Edy menjelaskan, ia tidak menjual karya lukisan idealis kepada orang Indonesia. Berdasarkan pengalamannya, lukisan idealis yang dibeli oleh orang Indonesia lebih sulit karena harus sesuai dengan permintaan.
“Itulah susahnya. Kalau diberi kebebasan, pasti 400 kali lebih bagus daripada didikte,” jelas Edy dikutip dari Kompas.com.
Meski demikian, sebagian besar hasil karya Edy dialokasikan untuk membantu aksi-aksi kemanusiaan dan sosial. Misalnya, hasil penjualan lukisan akan diberikan untuk membantu anak-anak di pedalaman Indonesia dalam mengakses pendidikan.
Ubah Sampah Jadi Karya
Mengutip dari detik.com, Edy menjelaskan, sampah apa pun bisa diubah menjadi karya seni lukis, kecuali sampah medis.
Sampah-sampah ini perlu dibersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun. Ia mengaku, melukis membuat satu lukisan sampah plastik memerlukan waktu 3 minggu.
Beberapa kali, Edy sempat membuat lukisan sesuai dengan permintaan warganet. Hasil karyanya kemudian laku dan kini dijual mulai dari Rp3 juta bahkan sampai ratusan juta.
Hasil karya lukisan ini tidak hanya laku dijual di Indonesia, tetapi hingga mancanegara termasuk Eropa.
Pegiat Lingkungan dan Seniman
Edy mengaku, sejak kecil ia sudah menyukai kegiatan melukis. Namun, mulai ditekuni sejak tahun 2000 saat ia mengikuti pameran di Ubud, Bali.
Pada awalnya, Edy melukis menggunakan cat minyak. Namun, ia mulai beralih melukis menggunakan kopi dan kini melukis menggunakan sampah.
Di sisi lain, Edy sempat mengolah sampah menjadi rumah tempat tinggal untuk tempat edukasi kepada anak-anak.
Pada kegiatan sehari-hari, Edy juga memberikan edukasi mengenai seni kepada anak-anak.
Selama 20 tahun Edy memilih gaya hidup nomaden (terus berpindah tempat tinggal). Melalui pengalaman ini, ia melihat banyak daerah-daerah pelosok di Indonesia yang sulit mendapatkan akses pendidikan.
Baginya, untuk mengubah mengatasi permasalahan sampah di Indonesia, kita harus mau untuk terjun langsung dalam mengelola sampah.
Penulis: Kerin Chang

