Sering Jadi Penyebab Kecelakaan, Waspada Microsleep Saat Mudik | Foto: Freepik.com
Selama mudik Lebaran, banyak kasus kecelakaan fatal yang karena pengendara mengalami microsleep. Waspadai bahaya microsleep selama perjalanan arus balik mudik.
Pada dasarnya, setiap manusia membutuhkan waktu yang cukup untuk tidur agar seseorang bisa beristirahat dan bisa mengumpulkan kembali energi tubuh.
“Dalam waktu tidur, semua kemampuan otak kita dibangun. Mulai dari konsentrasi, kewaspadaan, daya ingat, kreativitas, stabilitas, dan emosi. Semua ini hanya dibangun pada saat tidur,” jelas dr. Andreas Prasadja Spesialis Kesehatan Tidur dikutip dari tayangan YouTube Bincang Sehati, Senin (15/4).
Mengutip dari detik.com, sebagian besar kecelakaan saat mudik 2024 disebabkan oleh pengemudi yang kelelahan dan bahkan mengantuk. Setidaknya lebih dari 342 kasus kecelakaan yang terjadi.
“(Tabrakan) depan-belakang, artinya tidak menjaga jarak. Bisa juga mengantuk menabrak, ini nabrak belakang ini paling banyak kedua. Nah, paling banyak ketiga, kecelakaan tunggal ini kemungkinan tadi kelelahan microsleep dan lain sebagainya,” sebut Irjen Aan Suhanan Kakorlantas Polri dikutip dari situs web detik.
Adapun microsleep merupakan sebuah kondisi ketika seseorang mengalami tidur singkat, biasanya microsleep terjadi kurang lebih dalam waktu 30 detik.
Banyak sekali kecelakaan yang terjadi saat mudik dan memakan korban jiwa akibat pengemudi mengalami microsleep.
Bahaya Mengantuk Saat Berkendara
Umumnya, microsleep terjadi ketika seseorang mengalami kelelahan, mengantuk yang disebabkan oleh kurang tidur. Oleh karena itu, seseorang membutuhkan waktu tidur dan istirahat yang cukup untuk menghindari microsleep.
“Kalau kita bicara tentang microsleep berarti seseorang sudah tertidur dan itu sudah pasti berbahaya, tetapi rasa kantuknya saja sudah berbahaya. Ketika kantuk, kemampuan konsentrasi, refleks, dan kewaspadaannya sudah buruk,” tambah dr. Andreas.
Dr. Andreas menjelaskan, masyarakat harus mulai waspada ketika sudah mulai menguap dan mata terus berair selama berkendara.
Menurutnya, banyak masyarakat yang sudah mulai mengantuk dan menjadi tidak fokus saat berkendara, seperti menggunakan bahu jalan. Terkadang masyarakat tidak menyadari rasa kantuk dan bisa berujung fatal.
“Paling berbahaya ketika kita berkendara, tiba-tiba ‘eh kok sudah sampai di sini ya?’ 10 menit atau 15 menit sebelumnya seperti lupa. Itu tandanya kita berkendara seperti otomatis, padahal setengah otak sudah tertidur,” ujar dr. Andreas.
Microsleep Terjadi dalam Hitungan Detik
Dr. Andreas menegaskan, microsleep terjadi dalam hitungan detik dan tidak disadari.
“Kita pernah penelitian sederhana. Kita minta anak muda untuk melek dan memencet sebuah tombol ketika melihat sebuah lampu menyala. Beberapa kali dalam kondisi bergadang dia tidak menekan tombol ketika lampu menyala, padahal matanya terbuka dan menurutnya dia tidak tertidur,” ucap dr Andreas.
Saat melihat hasil rekaman otak selama penelitian berlangsung, membuktikan bahwa anak muda tersebut sudah sempat tertidur walaupun hanya dalam hitungan detik.

Cara untuk menghindari microsleep | Foto: ANTARA
Penyebab Microsleep
Mengutip dari CNBC Indonesia, penyebab microsleep terjadi karena beberapa faktor.
- Kelelahan
Biasanya, kelelahan terjadi ketika pengendara mengalami kelelahan fisik ataupun mental. Misalnya, telah melakukan perjalanan dalam waktu yang lama dan tidak memiliki waktu istirahat yang seimbang.
- Mengantuk
Beberapa kali, rasa kantuk dipicu karena kurang tidur atau rutinitas perjalanan yang monoton. Kurang beristirahat dan rasa bosan selama perjalanan, bisa menimbulkan microsleep yang tidak disadari.
- Mengonsumsi Obat-obatan atau Alkohol
Beberapa kasus microsleep, terjadi karena pengendara dalam pengaruh obat-obatan atau alkohol yang bisa memengaruhi sistem saraf pusat dan berujung pada microsleep.
Cara Mencegah Microsleep
Mengutip dari CNN Indonesia, beberapa cara bisa diterapkan selama perjalanan untuk mencegah terjadinya microsleep.
- Mengobrol atau Mengajak Pengemudi Berbicara
Sebaiknya, pengemudi memiliki teman atau didampingi untuk mengajak pengemudi berbicara agar terhindar dari rasa kantuk.
Sebaiknya, tidak semua penumpang tertidur dalam perjalanan agar turut waspada dan mengawasi pengemudi agar tidak tertidur.
- Beristirahat
Biasanya, masyarakat ingin cepat sampai tujuan hingga lupa untuk menggunakan waktu beristirahat. Seharusnya, masyarakat bisa menggunakan waktu untuk beristirahat dengan bijak.
Saat beristirahat, pengemudi dapat tidur, berolahraga ringan, makan, atau mencari minum kafein agar bisa mengurangi rasa kantuk.
- Bertukar atau Bergantian Pengendara
Sebaiknya, pengemudi bergantian agar bisa beristirahat dan tidak mengalami kelelahan terlebih saat melakukan perjalanan jauh.
- Patuhi Batas Kecepatan dan Peraturan Lalu Lintas
Pengemudi harus fokus pada batas kecepatan dan peraturan lalu lintas agar tidak merasa bosan atau monoton. Tujuannya untuk menghindari microsleep karena mengantuk yang disebabkan oleh rutinitas perjalanan yang monoton.
Penulis: Kerin Chang

