Hans Sebastian (Foto: Instagram @hansswriting)
Hans Sebastian (27) disebut sebagai pemilik tulisan paling rapi di Kota Medan. Hans kerap membagikan kata-kata mutiara dan motivasi menggunakan tulisan indahnya di media sosial.
Hans Sebastian adalah salah seorang pemuda asal Kota Medan yang sempat jadi perbincangan di media sosial baru-baru ini. Pasalnya, Hans punya tulisan tangan yang indah dan sangat rapi.
Hans kerap menggunakan keahliannya untuk membagikan kata-kata mutiara dan motivasi di akun Instagram miliknya @hansswriting.

Nama Hans sempat melejit setelah memamerkan salah satu karyanya yang menceritakan sosok Najwa Shihab, seorang jurnalis dan juga presenter nasional.
Karyanya ini, ia buat dengan kolaborasi bersama salah seorang ilustrator dan telah dilihat hingga 12 ribu pengguna Instagram.
Hans menyadari bakat yang ia miliki, bahkan sejak ia masih duduk di bangku sekolah dahulu. Ia pun terus mengasah bakat yang ia miliki, hingga namanya mulai dikenal di media sosial.
“Mungkin dari dulu sudah tahu tentang bakat yang saya punya. Dulu di sekolah saya pernah mendapat teguran. Pasalnya, waktu guru menjelaskan saya sibuk menggambar dan merangkai kata. Jadi orang tua dipanggil oleh kepala sekolah,” ujar Hans kepada DAAI TV, dikutip Jumat (26/5).

Hans membuat dan mengunggah karyanya di akun Instagram miliknya, dalam sehari ia mampu mengunggah 1-2 konten tulisan.
Sadar akan potensi yang dimiliki sang anak, Armansjah Salim selaku orang tua Hans tidak pernah mengekang keputusan putranya.
Menurut Armansjah, di era digital seperti sekarang ini media sosial memiliki peran yang cukup besar apabila dimanfaatkan dengan maksimal. Ia berharap, Hans bisa terus mengunggah kata-kata motivasi yang barangkali bisa menjadi penyemangat bagi mereka yang membutuhkan.
“Ya dunia media sosial ini memang luar biasa ya, menembus segala sesuatu yang kita tidak pikirkan waktu kita di usia mereka. Apa pun bisa terjadi, sehingga memang kalau positif akan mengarah ke popularitas yang baik dan menebarkan informasi yang baik,” tuturnya.
Hans mengaku, awalnya ia membuat karya-karya yang diunggah lantaran ingin mengungkapkan perasaan dan isi hatinya yang terkadang tidak bisa diungkapkan.

Melalui tulisan, Hans merasa bisa menjadi lebih lega dan melepas stres dari keadaan yang ia hadapi.
“Bagaimana saya memandang karya saya, dari diri sendiri saya, ya, mungkin ini pelampiasan saja. Pasalnya, ini sebuah pelampiasan atau terapi biasanya untuk melepas stres,” kata Hans.
Hans sendiri tidak menyangka, karya yang ia ciptakan dapat menjangkau orang-orang yang merasakan hal yang sama akan dirinya. Namun, Hans bersyukur karena karyanya dapat menghibur orang lain.
“Saya tidak menyangka juga, sih, kalau ini bakal disukai banyak orang. Ketika saya bagikan di media sosial, juga cukup jadi penghiburan untuk saya. Makanya saya bisa (bertahan) lama di bidang ini,” tutup Hans.

