Produk EcoplastID (Foto: Instagram @ecoplastid)
EcoplastID menciptakan alternatif pengganti styrofoam dan bubble wrap menggunakan limbah agroindustri, sehingga lebih ramah lingkungan.
PT Eco Plastika Indonesia menciptakan beberapa produk bioplastik sejak 2019 lalu. EcoplastID menyediakan kantong dari singkong, wadah makanan dari jerami bernama Ecofoam, dan pengganti bubble wrap bernama jerami serut.
Produk EcoplastID diklaim bersifat ramah lingkungan karena bisa terdegradasi kurang dari enam bulan, sehingga ketika tidak digunakan lagi dapat dikomposkan dan tidak mencemari lingkungan.
CEO EcoplastID Gabriel Sebastian Butarbutar menjelaskan, pihaknya ingin menjawab masalah sampah plastik sekali pakai yang menjadi isu penting saat ini.
“Kami mengembangkan Ecofoam, yaitu pengganti wadah makanan berupa styrofoam dari limbah agroindustry,” ujar Gabriel dikutip dari video di kanal YouTube LPDB-KUMKM, Selasa (13/6).

Untuk itu, EcoplastID memaksimalkan pembuatan produk menggunakan material produk yang lebih ramah lingkungan dan merupakan bahan lokal yang diambil langsung dari petani.
Jangan salah, kedua produk ini juga punya beberapa keunggulan, seperti terbuat dari bahan alami yang aman untuk makanan, tahan panas, penyerap minyak, estetis, dan tangguh.
Untuk membuat kemasan ramah lingkungan ini, ada sejumlah tahapan dan proses yang mesti dilewati. Jerami sebagai bahan utama Ecofoam, digiling terlebih dahulu sesuai kebutuhan. Sebelum akhirnya diolah dengan memanfaatkan mesin pres hidrolik jerami.
Jangan khawatir, dengan bahan alami berupa jerami, produk ini dapat dikomposkan maksimal tiga bulan pemakaian dengan media apa pun.

Gabriel mengatakan, produk EcoplastID merupakan bioplastik yang tidak didesain untuk dapat larut di air karena sangat membatasi fungsi produk dan teknologi sebagaimana mestinya.
Sebagai gantinya, produk EcoplastID dapat meleleh ketika disetrika pada suhu yang mencapai titik leleh, yaitu ~145 °C, sedangkan ketika dibakar produk EcoplastID akan menjadi abu.
Selain itu, produk EcoplastID juga bisa terurai oleh aktivitas mikroba dalam tanah yang mampu memecah material bioplastik menjadi H20, CO2, dan biomassa. Semakin banyak mikroorganisme di dalam tanah, semakin cepat produk EcoplastID akan terurai.
Selain Ecofoam, EcoplastID juga menghasilkan produk kantong plastik ramah lingkungan yang terbuat dari pati singkong dan turunan minyak nabati, sebagai alternatif yang berkelanjutan dari kantong plastik tradisional.
Kantong plastik ini telah lulus oral uji toksisitas untuk membuktikan bahwa akan tetap aman jika termakan secara tidak sengaja oleh para hewan.

Sementara itu, tinta untuk logo yang ada di bagian depan kantong plastik dicetak dengan bahan dasar alkohol, bebas logam berat, tidak beracun, dan ramah lingkungan.
Umur simpan produk ini bisa mencapai dua tahun, jika disimpan dalam kemasan PE pelindung bersegel aslinya.
Setelah PE produk dibuka, umur simpan kantong singkong menjadi lebih singkat beberapa bulan (kurang dari 1 tahun) saat disimpan dalam kondisi penyimpanan yang ideal.
Jika tertarik, Sahabat DAAI bisa membeli kantong plastik dari pati singkong ini dengan harga Rp53.000 per pack (isi 50) untuk ukuran kecil.

