Peresmian TPS 3R (Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Sementara Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) di Jalan Siaga, Jakarta Selatan, Jumat (16/2).
Peresmian TPS 3R di Jakarta Selatan, menambah jumlah TPS 3R yang akan terus dibangun di Jakarta.
Adapun pembangunan TPS 3R merupakan upaya optimalisasi pengolahan sampah dari pemerintah. Pengurangan beban sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan teknologi tepat guna, dipilih agar menciptakan lingkungan yang lebih seimbang dan berkelanjutan di Jakarta.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan TPS 3R ini menjadi bukti komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi sampah sejak dini. Hadirnya TPS 3R, diharapkan mampu mengurangi beban sampah pada tingkat pembuangan akhir.
Heru menuturkan, pengolahan sampah di sumber merupakan salah satu program proritas Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta.
“Ini merupakan salah satu program unggulan dari Pemprov DKI yang akan diduplikasikan di setiap kecamatan, sehingga sampah di Jakarta langsung bisa diolah di dalam kota. TPS 3R ini bisa memproses sampah sebanyak 50 ton per hari,” ujar Heru dikutip dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2).

Lebih lanjut, Heru menyebut, hasil akhir pengolahan sampah diminati oleh off taker yang selama ini bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Setelah melalui proses pengeringan, sampah yang telah diproses kemudian akan dikirim ke perusahaan pembeli.
Heru berharap, upaya yang dijalankan oleh DLH Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi sampah dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, dapat berdampak positif pada pengurangan pengangkutan sampah dan mampu memperpanjang masa pelayanan TPST Bantargebang.
“Untuk mewujudkan kota berskala global, pengelolaan sampah di Jakarta harus berorientasi pada pengurangan, daur ulang, dan pemanfaatan kembali (Reduce, Reuse, Recycle/3R),” kata Heru.
Sementara itu, Kepala DLH Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pembangunan TPS 3R ini merupakan inovasi pengelolaan sampah di Jakarta.

“Di masa lalu, sampah hanya transit di TPST dan berakhir di TPST Bantargebang, sekarang sudah bisa diolah dan dimanfaatkan di sumber dengan TPS 3R ini,” ungkap Asep.
Asep menjelaskan, TPS 3R ini dilengkapi dengan pengelolaan sampah berkapasitas pengolahan hingga 50 ton sampah/hari.
Kemudian, mampu menghasilkan Refused Derived Fuel (RDF) atau Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang akan disuplai ke PLN dan industri semen selaku off taker.
“TPS 3R mampu memproduksi 20 ton RDF per hari. Infrastruktur ini semuanya karya anak bangsa, bisa menunjang langkah strategis DLH Provinsi DKI Jakarta dalam pengelolaan lingkungan, khususnya dalam masalah sampah,” tutup Asep.
Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

