Kaligrafi Tiongkok

Hydeia Broadbent (Foto: Instagram @hydeiabrodbent)

HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Jika tidak segera diobati, HIV akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, serta dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

HIV bisa terus merusak kekebalan tubuh penderitanya, tingkat HIV yang parah bisa berkembang ke stadium lebih lanjut menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Saat seseorang sudah mengalami AIDS, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.

Namun, keajaiban bisa tetap terjadi bagi para pengidap HIV/AIDS, seperti yang dialami oleh Hydeia Broadbent. Hydeia lahir pada tahun 1984 dengan kondisi HIV yang tidak terdiagnosis.

Ia diadopsi pada usia 6 minggu oleh Loren dan Patricia Broadbent. Orang tua angkatnya baru mengetahui bahwa dia mengidap HIV tiga tahun setelah dia diadopsi.

Saat diadopsi, tidak banyak yang orang tua angkatnya ketahui tentang Hydeia. Apalagi, karena ibu kandungnya meninggalkannya di rumah sakit Las Vegas.

Setelah mengetahui bahwa sang anak mengidap HIV, ibu angkatnya pun segera mendaftarkan Hydeia untuk uji coba penelitian agar mudah-mudahan bisa menemukan obat yang ampuh untuk Hydeia.

Sayangnya, penelitian pengembangan obat HIV butuh waktu yang tidak sebentar. Setelah tumbuh dewasa, Hydeia sering mengalami infeksi otak dan darah, radang paru-paru, dan infeksi jamur di otaknya.

Pihak dokter bahkan memperkirakan kalau Hydeia tidak akan selamat, serta akan meninggal pada usia 5 tahun. Terlepas dari semua prediksi tersebut, Hydeia berhasil selamat. Namun, ketika ia berusia lima tahun, Hydeia mengidap AIDS.

“Bagian tersulit yang aku lewati, adalah ketika satu per satu temanmu meninggal. Banyak temanku yang meninggal karena AIDS. Tidak ada yang benar-benar tahu apakah akan ada yang selamat,” ujar Hydeia dikutip dalam media sosial Instagram-nya @ hydeiabrodbent, Kamis (6/4).

Hydeia memulai kegiatan aktivismenya pada usia 6 tahun. Saat itu, ia banyak membagikan pengalamannya hidup dengan HIV/AIDS. Semakin lama, Hydeia melanjutkan untuk bicara di banyak acara, termasuk konser amal AIDS, dokumenter, acara pendidikan kampus, dan acara bincang-bincang.

Ia pernah muncul di Oprah Winfrey Show pada tahun 1996. Baru-baru ini, dia kembali tampil di Oprah’s Where Are They Now karena dirinya adalah salah satu tamu yang paling banyak diminta untuk diliput kembali.

Kemudian, Hydeia mendirikan Yayasan Hydeia L. Broadbent dan menerima Penghargaan Prestasi Hitam dari majalah Jet. Dia juga tampil di Essence, dan di The Maury Povich Show, Good Morning America, dan di Konvensi Nasional Partai Republik 1996.

Pada tahun 2002, keluarganya menerbitkan sebuah buku berjudul ‘You Get Past The Tears’, dan keluarganya muncul pada tahun 2004 di Extreme Home Makeover.

Pada tahun 2014, Hydeia berbicara atas nama Magic Johnson Foundation dan organisasi aktivis AIDS lainnya untuk mengedukasi masyarakat tentang HIV/AIDS, meningkatkan kesadaran, dan melawan diskriminasi terhadap mereka yang hidup dengan HIV/AIDS.

Sampai saat ini, Hydeia rutin meminum tiga pil antiretroviral sehari. Ia mengaku, biaya pengobatan adalah salah satu dari sekian banyak kesulitan yang dihadapi. Apalagi, setiap obat yang diminum Hydeia dibanderol dengan harga USD750 (Rp11,2 juta asumsi kurs Rp14.948).

Ia berharap, seluruh kegiatan yang ia lakukan bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait HIV/AIDS.

“Daripada mengasihani diri sendiri, aku mencoba bangkit dan membuat perbedaan. Setiap hari saat aku bisa bangun, artinya aku bisa melakukan atau membuat sesuatu yang positif,” tutup Hydeia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: