Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Pandawara Griup bersama 200 orang relawan (Foto:Instagram @pandawaragroup)

Saat ini semakin banyak pemuda yang menggerakkan komunitas peduli lingkungan, khususnya yang berfokus pada pengelolaan sampah. Gerakan ini mendapatkan banyak perhatian dan pujian dari warganet.

Pandawara Group kembali menjadi sorotan warganet, setelah aksinya membersihkan sampah di pantai bersama lebih dari 200 orang relawan.

Aksi tersebut diunggah di akun TikTok dan Instagram @pandawaragroup pada Senin (13/3) lalu.

Di dalam video tersebut dijelaskan, Pandawara Group mengajak lebih dari 200 orang relawan untuk membersihkan sampah di 100 meter bibir Pantai Loang Baloq, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sontak saja video tersebut sukses mencuri banyak perhatian dari warganet.

Untuk membersihkan area bibir pantai, Pandawara Group dan pawa relawan menggunakan peralatan bersih seadanya, seperti sapu, kantong sampah, dan juga sarung tangan.

“(Orang) yang sering buang sampah sembarangan di tempat wisata itu tidak peduli lingkungannya dia sendiri,” ujar salah satu relawan, dikutip dari Instagram @pandawaragroup, Kamis (16/3).

Beberapa jenis sampah yang kerap ditemui relawan saat melakukan pembersihan, adalah sampah plastik, bekas makanan atau minuman, alas kaki, daun, sampai ranting pohon.

Terlihat ada puluhan kantong sampah yang berhasil terkumpul dari kegiatan pembersihan ini.

Berdasarkan keterangan di dalam video, Pandawara Group bersama lebih dari 200 orang relawan berhasil mengumpulkan total sekitar 3,1 ton sampah.

“(Menjaga lingkungan) sepenting kita menjaga diri kita sendiri karena lingkungan itu bagian dari diri kita sendiri. Ketika lingkungan itu sakit, maka diri kita juga sakit,” kata relawan lain saat membersihkan sampah.

Setelah dibersihkan, area bibir pantai terlihat lebih lengang, bersih, dan nyaman dibandingkan sebelumnya.

Pasir pantai yang sebelumnya banyak tertutup sampah, juga menjadi lebih terekspos setelah dibersihkan.

Sebagai informasi, Pandawara Group beranggotakan Agung Permana, Gilang Rahma, Muchamad Ikhsan, Rafly Pasya, dan Rifqi Sa’dulah.

Nama ‘pandawa’ diambil dari nama pewayangan Pandawa Lima karena mereka beranggotakan lima orang, sedangkan ‘wara’ artinya merupakan pembawa kabar baik.

Mengutip dari wawancara dengan DAAI TV, Gilang mengatakan anggota Pandawara Group berasal dari SMA yang sama.

Saat itu, kata Rafly, mereka sempat merasakan terkena dampak banjir hingga air masuk ke dalam rumah.

“Dari keresahan kita munculah empati, gitu,” jelas Rafly.

Menurut Gilang, rata-rata Pandawara Group bisa mengumpulkan 70-100 kantong sampah per bulan dari kegiatan mereka yang aktif membersihkan sungai di beberapa daerah.

Gilang mengaku, saat ini ada pula beberapa pihak lain di beberapa kota berbeda yang juga mengikuti kegiatan Pandawara Group.

“Untuk anak-anak muda, mungutin sampah di sungai itu tidak se-boring dan tidak seaneh yang kita bayangkan. Itu salah satu kegiatan yang bisa menyenangkan, kalau memang pembawaan kitanya senang dan asyik,” tutup Gilang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: