Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi olahraga. (Foto: gilaxia via Getty Images Signature)

Berolahraga bisa memberikan dampak baik bagi tubuh. Namun, jika olahraga dilakukan saat kurang tidur malah bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Tidak sedikit orang yang berolahraga meskipun kurang beristirahat. Jika jarang dilakukan, mungkin tidak ada efek apa pun yang dirasakan.

Namun, jika kebiasaan ini dilakukan berulang kali bisa berisiko buruk bagi kesehatan tubuh. Pasalnya, tidur bisa membantu meningkatkan kebugaran tubuh.

Jika kurang tidur, tubuh tidak akan pulih dari stres akibat aktivitas fisik dan kebugaran akan mengalami penurunan. Sebaliknya, tidur yang cukup dapat meningkatkan keinginan berolahraga setiap hari

 

Bahaya Kurang Tidur

Saat kurang tidur, otot-otot tubuh tidak dapat pulih dari stres yang dialami selama berolahraga. Untuk itu, Sahabat DAAI harus memberi waktu bagi otot untuk pulih dan tumbuh lebih kuat.

Kurang tidur dapat menyebabkan nyeri sendi, kekakuan, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Selain itu, kurang tidur mempengaruhi selera kita dalam memilih makanan. Akibatnya, makan sembarangan bisa memengaruhi kebugaran dan kinerja fisik.

 

Bahaya Olahraga saat Kurang Tidur

Berikut adalah beberapa bahaya berolahraga saat kurang tidur.

  1. Mengurangi performa olahraga: Meski bisa tampil baik secara fisik, tetapi berolahraga saat kurang tidur bisa menyebabkan pemulihan dan pertumbuhan otot terganggu. Jika dilakukan, kemungkinan Sahabat DAAI hanya akan membakar sedikit kalori.
  2. Meningkatkan Risiko Cedera: Saat kurang tidur, tubuh bisa menjadi tidak fokus yang menyebabkan gerakan olahraga dilakukan dengan tidak benar. Hal ini bisa berujung pada kecelakaan atau cedera.
  3. Merusak Suasana Hati: Berolahraga saat kurang tidur bisa membuat tubuh cepat lelah, bahkan berpotensi untuk depresi. Selain itu, berpengaruh juga pada suasana hati yang bisa cepat berubah.
  4. Menurunkan Motivasi: Kekurangan jam tidur bisa menyebabkan Sahabat DAAI menjadi kurang bersemangat. Kondisi ini tidak jarang bisa menyebabkan Sahabat DAAI menunda-nunda olahraga, sambil mengumpulkan motivasi.
  5. Meningkatkan Berat Badan: Ketika kurang tidur, kadar ghrelin (hormon lapar) meningkat, sedangkan kadar leptin (hormon kenyang) menurun. Hal ini dapat membuat Sahabat DAAI lebih mudah merasa lapar dan makan lebih banyak.

Apabila hal ini dilakukan secara terus menerus, tidak menutup kemungkinan berat badan akan lebih cepat bertambah.

Jika tetap ingin berolahraga saat kurang tidur, pilihlah olahraga yang singkat, berisiko rendah, atau berintensitas rendah. Misalnya seperti yoga, jogging ringan, atau sepeda statis.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: