Kaligrafi Tiongkok

Minum Kopi Kekinian Pakai Rumput, Gimana Caranya? | Foto: Andrew Suryono

Erwianto Pratama Ong (35), seorang pengusaha asal Medan ciptakan sedotan eco friendly dari bahan dasar rerumputan. 

Erwianto melakukan menciptakan sedotan karena merasa prihatin dengan masalah sedotan sampah plastik di sekitar lingkungannya.

Sejak 2023, ia mulai menciptakan produknya dan bahkan saat ini produknya sudah dijual hingga Mumbai, India.

 

Sedotan Purun Ramah Lingkungan

Sedotan eco friendly ini terbuat dari tanaman tumbuh liar di dekat rawa atau air, yaitu tanaman purun. Tidak hanya bisa digunakan sebagai bahan pembuat kerajinan tangan, purun juga memiliki serat yang kuat, lentur, dan tahan air.

Biasanya, sedotan ini akan melalui tahap proses yang panjang sebelum akhirnya dijual kepada masyarakat.

Sedotan ini akan dipotong menjadi dua ukuran 15 cm dan 20 cm dengan harga mulai dari Rp 18.000 sampai Rp 29.000 per 50 pcs.

 

Mengenal Tanaman Purun

Mengutip dari Borneo Orangutan Survival Foundation, tanaman purun adalah sejenis tanaman rumput anggota famili teki-tekian yang bisa ditemukan di lahan-lahan gambut seperti Sumatra dan Kalimantan.

Tanaman purun memiliki batang yang tegak lurus, berongga, dan tidak berdaun. Tanaman purun tidak memiliki daun karena tereduksi sehingga menjadi pelepah yang berbentuk buluh bagai membran yang menyelubungi pangkal batang.

Umumnya, purun memiliki panjang sekitar 50-200 cm dengan ketebalan 2-8 mm. Sejak dahulu, tanaman ini juga sering digunakan untuk menjadi bahan anyaman.

 

Proses Pembuatan Sedotan Purun

Mulanya, tanaman purun harus dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian, purun yang sudah bersih akan dipotong menjadi 2 ukuran, yaitu 15 cm dan 20 cm.

Selanjutnya, tanaman purun akan disterilisasi kembali untuk memastikan bagian dalam purun sudah bersih. Pada proses ini, Erwianto menciptakan mesin kecil agar bisa membersihkan sedotan purun hingga daerah yang sulit untuk dijangkau.

Tahap selanjutnya, potongan purun yang sudah disterilisasi akan direbus selama beberapa saat. Tak sampai disitu, sedotan yang sudah direbus akan dimasukkan ke dalam oven dan dipanaskan dengan suhu 100°C.

Sedotan yang sudah dipanaskan akan dijemur di bawah matahari hingga kering. Terakhir, sedotan tersebut akan dipanaskan pada sinar UV agar memastikan tidak ada kuman saat proses jemur di bawah matahari.

 

Alasan Menciptakan Sedotan Eco Friendly

Erwianto menjelaskan, bumi sudah semakin panas dan ia merasa gelisah melihat jumlah sampah sedotan plastik yang banyak.

Ia merasa banyak produk luar negeri yang mulai beralih ke ramah lingkungan (eco friendly) dan mengapa tidak mencoba untuk menciptakan produk serupa.

“Jadi saya coba produksi sedotan yang ramah lingkungan, kebetulan saya dapat sedotan ini dari purun yang bagus untuk menggantikan sedotan plastik,” ucap Erwianto dikutip dari tayangan YouTube Bingkai Sumatra, Jumat (3/5/2024).


Penulis: Kerin Chang

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: