Ilustrasi Surabi (Foto: Ridzky Setiaji via Getty Images)
Camilan tradisional dari Indonesia kembali jadi sorotan dunia. Kali ini, serabi berhasil menjadi jajanan manis pinggir jalan terbaik kedua versi TasteAtlas.
Berdasarkan peringkat terbaru yang dirilis Juli 2023, serabi atau surabi berhasil menduduki peringkat kedua setelah pastel de nata dari Portugis.
Informasi tersebut, dibagikan langsung oleh TasteAtlas melalui unggahan Instagram-nya yang bertajuk “Best Street Food Sweets in the World” pada Sabtu (15/7) lalu.
Berdasarkan urutan peringkatnya, serabi berhasil mendapatkan nilai 4,7 dari audiens TasteAtlas.
Tidak hanya itu, serabi berhasil mengalahkan beberapa hidangan terpopuler seperti dondurma dari Turki, hotteok dari Korea Selatan, pa thong ko dari Thailand, sampai liège waffles dari Belgia.
Di dalam keterangannya, TasteAtlas mengatakan bahwa serabi merupakan panekuk tradisional Indonesia berukuran kecil yang biasanya diolah dengan tepung beras dan pilihan santan atau kelapa parut.
Serabi tersedia dalam versi manis dan gurih. Adonannya dapat diganti dengan tepung terigu dan berbagai topping seperti gula, pisang, kacang tumbuk, durian, taburan cokelat, oncom, bahkan sampai es krim.
Serabi mudah ditemukan di seluruh Pulau Jawa, tetapi biasanya makanan ini erat kaitannya dengan kota Bandung dan Solo.
Penyajian serabi biasanya disertai dengan kuah kinca berbahan dasar stroberi, durian, atau kelapa. Utamanya, serabi dijual sebagai makanan jalanan yang cepat dan nyaman.

Sebagai informasi, TasteAtlas merupakan situs panduan perjalanan dan kuliner yang didirikan oleh jurnalis dan pengusaha Korasia, Matija Babić.
Situs ini, kerap memetakan beragam jenis makanan dan minuman lokal dari seluruh dunia yang mengandalkan ulasan dari audiens TasteAtlas.
Peringkat makanan yang dipublikasikan oleh TasteAtlas, dikurasi dengan serangkaian mekanisme yang bisa mengenali pengguna nyata dan mengabaikan robot, bahkan sistem ini bisa memberikan nilai tambahan pada pengguna terverifikasi jika dinilai memberikan pengetahuan.
Meski demikian, peringkat makanan yang dibuat TasteAtlas tidak boleh dilihat sebagai kesimpulan mutlak atau akhir terkait sebuah hidangan.
Tujuan TasteAtlas membuat peringkat makanan ini, adalah untuk mempromosikan makanan lokal yang sangat baik, menanamkan kebanggaan pada masakan tradisional, serta membangkitkan rasa penasaran terkait masakan yang belum pernah dicoba oleh pembaca.

