llustrasi tempe (Foto: bonchan via Getty Images)
Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari fermentasi kedelai dengan menggunakan jamur Rhizopus oligosporus.
Makanan tradisional dari Indonesia kembali jadi sorotan dunia. Kali ini, tempe goreng berhasil menjadi hidangan vegan tradisional terbaik keempat versi TasteAtlas.
Berdasarkan peringkat terbaru yang dirilis April 2023, tempe goreng berhasil menduduki peringkat keempat setelah zeytoon parvardeh dari Iran, guacamole dari Meksiko, dan muhammara dari Suriah.
Informasi tersebut, dibagikan langsung oleh TasteAtlas melalui unggahan Instagram-nya pada Minggu (23/4) lalu.
Berdasarkan urutan peringkatnya, tempe goreng berhasil mendapatkan nilai 4,5 dari audiens TasteAtlas.
Tidak hanya itu, tempe goreng berhasil mengalahkan beberapa hidangan terpopuler seperti hummus dari Timur Tengah, baba ghanoush dari Libanon, aglio e olio dari Italia, sampai mayak gimbap dari Korea Selatan.

Di dalam keterangannya, TasteAtlas mengatakan bahwa tempe merupakan produk berbahan dasar kedelai alami yang biasanya dijual dalam bentuk balok.
Tempe yang merupakan makanan tradisional dari Indonesia, bisa disajikan dalam berbagai cara. Proses pembuatan tempe goreng juga dinilai praktis.
Pasalnya, tempe hanya perlu diiris dengan ukuran tebal, lalu direndam dengan berbagai kombinasi rempah-rempah dan digoreng sampai menjadi renyah.
“Tempe goreng biasanya disajikan sebagai camilan (yang disajikan) dengan sambal di sampingnya, tetapi juga bisa menjadi pendamping yang enak untuk hidangan lainnya,” ujar TasteAtlas dalam keterangannya, dikutip Senin (24/4).
Sebagai informasi, TasteAtlas merupakan situs panduan perjalanan dan kuliner yang didirikan oleh jurnalis dan pengusaha Korasia, Matija Babić.
Situs ini, kerap memetakan beragam jenis makanan dan minuman lokal dari seluruh dunia yang mengandalkan ulasan dari audiens TasteAtlas.
Peringkat makanan yang dipublikasikan oleh TasteAtlas, dikurasi dengan serangkaian mekanisme yang bisa mengenali pengguna nyata dan mengabaikan robot, bahkan sistem ini bisa memberikan nilai tambahan pada pengguna terverifikasi jika dinilai memberikan pengetahuan.
Meski demikian, peringkat makanan yang dibuat TasteAtlas tidak boleh dilihat sebagai kesimpulan mutlak atau akhir terkait sebuah hidangan.
Tujuan TasteAtlas membuat peringkat makanan ini, adalah untuk mempromosikan makanan lokal yang sangat baik, menanamkan kebanggaan pada masakan tradisional, serta membangkitkan rasa penasaran terkait masakan yang belum pernah dicoba oleh pembaca.

