Sabun daur ulang (Foto: Instagram @unisoap.france)
UNISOAP adalah sebuah asosiasi Prancis pertama yang mendaur ulang limbah sabun hotel menjadi sumber daya bagi orang yang membutuhkan.
Berdiri pada Agustus 2017, UNISOAP adalah asosiasi nirlaba Prancis pertama yang memiliki misi mengumpulkan dan mendaur ulang sabun bekas di hotel untuk tujuan kemanusiaan.
UNISOAP juga berkomitmen untuk memberikan akses kebersihan kepada orang-orang yang kurang beruntung, baik di Prancis maupun luar negeri.
Saat pertama kali berdisi, Founding Director UNISOAP Pauline Grumel membuat proyek ambisius untuk membuat sebuah asosiasi yang bisa memberikan perhatian lebih untuk limbah sabun hotel.
Pasalnya, sabun hotel menjadi salah satu limbah terbesar dengan volume lebih dari 51 juta sabun dibuang setiap tahun oleh hotel-hotel di seluruh Prancis.
Selain itu, UNISOAP juga peduli dengan kebersihan anak-anak kurang mampu yang mana ada 2,2 juta anak yang meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan kebersihan.
Untuk itu, UNISOAP mengumpulkan sabun bekas dari hotel di seluruh Prancis. Mereka kemudian mereka mendaur ulang limbah tersebut menjadi sabun baru, dengan bantuan fasilitator Etablissement ou Services d’Aide par le Travail (ESAT).
Melalui proyek ini, Pauline Grumel ingin bertindak dalam tiga tingkatan. Pertama, pada tingkat ekologis, sabun hotel bekas pakai didaur ulang, bukan dibuang.
Kemudian, di tingkat sosial, asosiasi ini merekrut penyandang disabilitas muda berusia antara 18 dan 25 tahun yang misinya membersihkan sabun bekas sebelum tahap daur ulang. Terakhir, untuk tujuan kemanusiaan, Pauline Grumel akan memberikan akses kebersihan untuk populasi yang paling tidak beruntung di Prancis lewat sabun daur ulang ini.

Inisiatif ini menarik banyak hotel yang terhubung dengan UNISOAP untuk menyumbangkan sabun yang digunakan.
Pada proses awal, sabun bekas dikumpulkan oleh staf hotel, kemudian disimpan dalam karton dengan kapasitas 10 kg hingga 15 kg sabun.
Sabun bekas ini, selanjutnya disimpan dan dibawa oleh UNISOAP ke pusat daur ulang di Lyon. Di sana, sabun bekas ini akan ditimbang dan dibersihkan dengan tangan untuk menghilangkan semua residu.
Selanjutnya, isi sabun akan dikompres menjadi satu campuran sabun baru dan diberi wewangian, sampai akhirnya sabun dipotong menjadi sabun baru dengan berat 100 gram dan dicap dengan logo Unisoap.
Setelah seluruh proses selesai, sabun baru pun didistribusikan ke sekolah, rumah sakit, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau bahkan asosiasi yang membantu orang-orang tidak mampu, baik di dalam maupun luar negeri.
Melalui pendekatan ini, UNISOAP secara tidak langsung mendukung sektor pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif, serta mendukung zero waste.
Sejak kelahiran UNISOAP, banyak hotel, perusahaan, dan asosiasi yang mendukung tujuan mereka untuk mencapai tujuan utamanya, yakni memberikan akses ke kebersihan untuk lebih banyak orang.
Menariknya, setahun setelah UNISOAP melakukan gerakan ini, mereka berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang sekitar 800 kg sabun bekas. Sejak saat itu, ada lebih dari 130 hotel yang menjadi mitra dari UNISOAP.
“Kami ingin meningkatkan kesadaran akan praktik kebersihan dasar dan mendirikan misi pendidikan kebersihan di sekolah, rumah bersalin, dan rumah sakit,” ujar UNISOAP dikutip dalam situs webnya, Kamis (22/6).

