Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi PlasticRoad di Belanda (Foto: Blog Wavin UK)

Kini semakin banyak pihak yang menaruh perhatian pada pemanfaatan limbah plastik. Tidak hanya dijadikan produk konsumtif, ternyata limbah plastik juga bisa didaur ulang menjadi sebuah jalan.

Tiga perusahaan yang berbasis di Belanda berkolaborasi untuk membuat PlasticRoad, sebuah inovasi pembuatan jalan dari limbah plastik.

Jangan salah, ketiga perusahaan ini membuat jalan murni hanya menggunakan bahan baku plastik daur ulang yang berasal dari laut.

Ketiga perusahaan tersebut, adalah KWS, Wavin, dan Total yang bekerja sama menggabungkan pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya mereka untuk membangun jalan pertama yang 100% terbuat dari plastik daur ulang.

Mengutip dari situs web Wavin, proyek percontohan pertama yang berhasil dibangun adalah jalur sepeda sepanjang 30 m yang selesai pada September 2018 lalu.

Terletak di Kota Zwolle, Belanda, jalur sepeda ini dibuat dengan elemen prefabrikasi berongga.

Bagian berongga ini punya banyak manfaat, seperti mengalirkan pipa dengan mudah di bawah jalan, menampung air hujan, dan mencegah banjir.

Nantinya, genangan air hujan yang tertampung di bagian berongga tersebut akan meresap ke bagian bawah hingga akhirnya menuju lapisan tanah.

 

Uniknya, apabila jalanan ini susut atau aus dan perlu diganti, jalan tersebut bisa didaur ulang lagi.

Ketiga perusahaan ini, telah bekerja bersama mulai dari tahap pengembangan hingga pengujian konsep, demi mengoptimalkan kinerja jalan yang akan dibuat.

Tak hanya itu, mereka juga telah melakukan penelitian yang berfokus pada pengurangan dampak terhadap lingkungan.

Anne Koudstaal dan Simon Jorritsma selaku Penemu PlasticRoad dan Karyawan KWS mengatakan, setelah periode desain, pengujian, dan pengembangan yang ekstensif, mereka bangga akhirnya PlasticRoad menjadi kenyataan.

“Bersama dengan pemerintah Kota Zwolle dan pemerintah Provinsi Overijssel, kami sebagai mitra PlasticRoad mengambil langkah menuju dunia yang lebih berkelanjutan melalui pembuatan jalur PlasticRoad pertama ini,” ujar Koudstaal dan Jorritsma, dikutip Kamis (23/3).

Awalnya, konsep pembuatan PlasticRoad digagas oleh VolkerWessels, KWS, sebuah perusahaan konstruksi jalan di Belanda.

Ide pembuatan jalan dari limbah plastik ini, lahir setelah KWS melakukan pengamatan terhadap dampak pembangunan jalan dan menganalisa berbagai masalah yang kerap dihadapi di daerah perkotaan.

Tidak sembarangan, limbah plastik dipilih setelah melalui beberapa pertimbangan. Apalagi, saat ini sekitar 54% dari total sampah plastik masih dibakar atau dibuang ke tempat pembuangan akhir. Selain itu, hanya 14% sampah plastik yang saat ini masih terus didaur ulang.

“Melalui PlasticRoad, kami akan mengembalikan sampah plastik ke dalam mata rantai, sehingga mengurangi dampak lingkungan dari pembangunan dan pemeliharaan jalan,” kata pihak KWS.

Tidak hanya ramah lingkungan, ternyata PlasticRoad juga punya beberapa keunggulan lain. Di antaranya lebih mudah dipasang, cepat, dan ringan.

Kemudian, bisa mengurangi masalah seperti erosi, gulma, lubang, banjir permukaan, pemanasan permukaan, dan kebisingan.

Selain itu, pemasangan PlasticRoad dinilai 70% lebih cepat daripada pembuatan jalan biasa. Menariknya, pembangunan PlasticRoad dilengkapi dengan ruang berongga yang multifungsi, lebih hemat biaya konstruksi, dan dinilai bisa bertahan 3 kali lebih lama dari jalan beraspal biasa.

Meskipun tergolong cukup ringan, tetapi PlasticRoad bisa bertahan menghadapi cuaca yang ekstrem, serta mampu menahan beban berat dari beragam jenis kendaraan.

“Jika penelitian terkait pemanfaatan limbah plastik terus dilakukan, diperkirakan ada sekitar 40 juta kilometer jalan di seluruh dunia yang bisa dibuat menggunakan plastik daur ulang,” tutup pihak Wavin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: