Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi panas dalam (Foto: AnnaStills via Getty Images)

Salah satu keluhan yang kerap dialami banyak orang selama berpuasa, adalah gangguan panas dalam. Hal ini wajar karena asupan cairan selama berpuasa berkurang.

Panas dalam merupakan penyakit saat tubuh menjadi lebih sensitif terhadap panas. Gangguan ini bisa menyebabkan tenggorokan terasa sakit, selalu merasa haus, sariawan, sampai perasaan tidak nyaman di sistem pencernaan.

Sebenarnya, puasa yang sehat harus mematuhi beberapa aturan, salah satunya dengan cukup minum. Namun, masalah kekurangan cairan dan mineral kerap ditemui karena beberapa faktor.

Di antaranya kurang minum saat berbuka dan sahur, terlalu lelah di siang hari karena aktivitas berat, hingga mengeluarkan banyak keringat di siang hari.

Selain itu, panas dalam saat puasa biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman hingga pola hidup yang tidak teratur.

Selain karena kurang cairan dan mengonsumsi makanan yang kurang bergizi, panas dalam juga bisa menyerang jika Sahabat DAAI kurang istirahat hingga malas berolahraga.

Untuk mencegah panas dalam saat puasa, Sahabat DAAI bisa mencoba beberapa langkah berikut.

 

1. Makan Sayur dan Buah

Panas dalam sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, cara mengatasi panas dalam saat puasa yang utama adalah dengan makan sayur dan buah.

Sayuran dan buah-buahan yang kaya akan kandungan vitamin, mineral, dan juga serat sangat bermanfaat bagi tubuh agar tidak terserang panas dalam. Untuk itu, pengaturan pola makan yang baik saat puasa diperlukan agar terhindar dari masalah kesehatan satu ini.

Jangan lupa untuk rutin mengonsumsi sayuran saat berbuka, serta jauhi santan atau makanan panas agar panas dalam di tubuh bisa sembuh total.

 

2. Minum Air Putih

Cara mengatasi panas dalam saat puasa selanjutnya yaitu dengan mengonsumsi air putih. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan cairan yang harus terpenuhi selama berpuasa. Apalagi kebutuhan cairan ini merupakan faktor yang sangat penting dalam mengatasi panas dalam.

Sahabat DAAI bisa memenuhi kebutuhan cairan dan mineral alami selama puasa sesuai anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yakni 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat berbuka puasa, dan 2 gelas setelah tarawih.

Konsumsi air putih atau air yang punya kandungan mineral pencegah panas dalam, sehingga bisa meminimalkan risiko terkena panas dalam.

 

3. Kumur Air Garam

Kumur air garam juga dapat dilakukan untuk mengatasi panas dalam saat puasa. Sama seperti saat sakit gigi, garam juga dapat meredakan sakit panas dalam di dalam tubuh.

Ini karena, garam dapat membantu mengikat cairan yang terkumpul di tenggorokan, air garam juga dapat membantu membasmi mikroba yang mengganggu di tenggorokan.

Caranya cukup mudah, Sahabat DAAI hanya perlu menyiapkan segelas air putih hangat dan campurkan dengan satu sendok teh garam. Untuk mengobati sakit tenggorokan, berkumurlah sambil mendongak. Kumur selama 20 sampai 30 detik lalu buang airnya, jangan ditelan.

 

4. Perhatikan Asupan

Selain memperbanyak minum air, Sahabat DAAI juga perlu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.

Jika ingin mengonsumsi gorengan, perhatikan kualitas minyak yang digunakan untuk menggoreng makanan.

Apabila memungkinkan, Sahabat DAAI bisa membuat gorengan sendiri di rumah agar kebersihannya bisa dipantau sendiri.

 

5. Cukup Istirahat

Sahabat DAAI tentunya juga perlu mengubah pola hidup yang buruk agar kesehatan di kala puasa tetap terjaga. Mencukupi kebutuhan tidur dan berolahraga ringan secara teratur pun harus diterapkan.

Hindari bergadang hingga larut malam agar stamina tetap terjaga, serta bisa menghemat energi untuk beraktivitas di siang hari selama puasa.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: