Kaligrafi Tiongkok

Nenek Suliwati yang hidup berdampingan dengan sampah (Foto: YouTube Manise TV)

Nenek Suliwati (75) sudah 15 tahun tinggal di rumah penuh dengan tumpukan sampah. Selain itu, Nenek Suliwati juga hidup tanpa listrik dan air bersih.

Charlie Lessy (30) bersama komunitas Creator Bersatu menyambangi rumah Suliwati yang dipenuhi sampah.

Awalnya, komunitas Creator Bersatu mendapatkan informasi dari warga setempat terkait keadaan Suliwati yang memprihatinkan.

Menanggapi hal tersebut, mereka pun datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisi rumah Suliwati. Saat dikunjungi, terlihat rumah Suliwati sangat memprihatinkan.

Bagian depan rumah Suliwati dipenuhi sampah, sampai menutup akses jalan ke pintu. Tidak hanya itu, bagian dalam rumahnya juga penuh sampah yang menumpuk tinggi.

Adapun sampah yang ditimbun di dalam rumah sangat bervariasi, mulai dari plastik bekas, sedotan, botol bekas, kardus, tumpukan kertas, tripleks, dan sebagainya.

Akibat sampah yang menumpuk, bagian dalam rumah Suliwati tampak sangat kotor dan berbau tidak sedap, bahkan ada banyak belatung, kecoa, sampai tikus di dalam rumah tersebut.

Mayoritas warga sekitar tidak berani menegur atau masuk ke dalam rumah Suliwati. Ini karena, Suliwati sendiri terkenal memiliki kepribadian yang tegas dan keras.

Namun, saat disambangi oleh komunitas Creator Bersatu, Suliwati berhasil luluh dan memberikan izin kepada mereka untuk melihat kondisi rumahnya.

Sutini, selaku Ketua RT 007 RW 014 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, menjelaskan, sebelumnya warga sekitar dengan bantuan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sudah pernah membersihkan rumah Suliwati sampai layak ditempati.

Namun, tidak berselang lama Suliwati kembali menumpuk sampah di dalam rumahnya. Kondisi kejiwaannya yang tidak stabil, membuat Suliwati enggan membiarkan orang lain membersihkan tumpukan sampah yang ada di rumahnya.

Untuk makan sehari-hari, kata Sutini, Nenek Suliwati mendapatkan banyak bantuan sosial dari pemerintah, mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Lansia, Program Keluarga Harapan (PKH), dan bantuan lainnya.

“Alhamdulillah Ibu Suliwati selalu dapat bantuan berturut-turut, jadi banyak orang yang selalu peduli dengan Ibu Suliwati itu,” kata Sutini.

Setelah melakukan negosiasi yang panjang, akhirnya Suliwati setuju membiarkan rumahnya dibersihkan. Ia juga bersedia untuk menjalani perawatan di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur.

Proses pembersihan rumah dilakukan oleh komunitas Creator Bersatu, Kreator Peduli, dan PPSU. Untuk tahap awal, mereka melakukan pembersihan sampah di bagian depan rumah Suliwati, setelah itu berlanjut ke bagian dalam rumah hingga semua sampah terangkut.

“Setelah berkolaborasi dengan tenaga profesional, Alhamdulillah semua sampah di rumah Ibu Suliwati sudah terangkat. Kalau dihitung-hitung, itu bisa hampir dua truk sampah yang terkumpul dan sekarang rumahnya sudah bebas dari sampah,” kata Charlie kepada DAAI TV, Jumat (14/4).

Saat ini, Charlie bersama rekan kreator lainnya sedang berkolaborasi untuk membantu merenovasi rumah Suliwati.

Namun, proses renovasi rumah ini cukup panjang karena di dalam rumah Suliwati terdapat sebuah pohon besar yang memerlukan banyak upaya untuk ditebang. Selain itu, proses perizinan yang diperlukan untuk merenovasi rumah juga cukup sulit, sehingga prosesnya akan memakan banyak waktu.

Untuk saat ini, Suliwati sedang mendapatkan perawatan intensif di RSKD Duren Sawit, sedangkan rumahnya masih dalam proses renovasi oleh pihak komunitas dan diawasi langsung oleh perangkat daerah setempat.

Charlie mengaku, ada banyak warganet yang juga mendukung kegiatan mereka. Tidak hanya secara daring, tetapi juga kerap memberikan sumbangan berupa makanan dan minuman saat mereka melakukan pembersihan.

“Kami merekam dan membawa berita tersebut naik ke YouTube, berharap bahwa orang-orang di luar sana yang ingin membantu bisa melalui kami. Hanya itu yang bisa saya lakukan saat ini, mudah-mudahan ada orang-orang baik yang tergerak hatinya untuk membantu narasumber kami juga,” kata Charlie.

Charlie berharap, ke depannya akan ada lebih banyak orang yang melakukan hal serupa dan membantu lebih banyak orang. Hal yang terpenting, adalah orang-orang perlu membantu dari hati.

“Kalau hati kalian nggak ikhlas, itu percuma, mau nominal berapa pun yang kalian berikan. Namun, kalau kalian ikhlas, berapa nominalnya kiranya menjadi berkah untuk orang yang kalian bantu dan menjadi berkah juga untuk kalian yang sudah membantu. Intinya pakai hati, semoga itu menjadi berkah untuk kita semuanya,” tutup Charlie.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: