Kaligrafi Tiongkok

Dadan Mochamad Rhamdan (Foto: Diskominfo Bandung)

Dadan Mochamad Rhamdan (33) atau yang dikenal sebagai Damar, merupakan seorang guru pengidap cerebral palsy yang pantang menyerah mengejar mimpi di tengah keterbatasan yang dimiliki.

Damar merupakan seorang guru di SMPN 20 Bandung yang juga mengidap cerebral palsy. Cerebral palsy (lumpuh otak) adalah gangguan yang memengaruhi gerakan dan koordinasi otot.

Damar bercerita, kondisi ini diidapnya sejak lahir, bahkan Damar lahir dengan kondisi prematur yang membuat tubuhnya berukuran sangat kecil.

Selain itu, Damar mengatakan saat kecil dirinya tidak bisa berjalan. Setelah menjalani operasi, barulah Damar bisa berjalan normal.

“Bagian tangan terlihat bengkok, kalau diagnosa dokter itu termasuk ke dalam cerebral palsy. (Bagian tubuh) sebelah kiri yang tidak berfungsi secara optimal, kalau sebelah kanan masih agak mending tenaganya. Ada beberapa aktivitas terutama di bagian kiri itu agak susah. Terutama di bagian kaki kiri itu susah menekuk, tangan sebelah kiri juga ayunannya tidak lebih tinggi dari sebelah kanan,” ujar Damar kepada DAAI TV, dikutip Kamis (7/12).

 

Perjuangan Damar untuk Bertahan

Alasan utama Damar bisa bertahan sampai saat ini, adalah berkat dukungan orang tuanya yang tidak kenal lelah memperjuangkan kondisi Damar.

Kondisi yang diidapnya ini membuat Damar juga banyak mendapat hinaan dari teman atau orang-orang di sekitarnya. Damar mengatakan, hinaan itulah yang membuat mental dan pola pikirnya menjadi lebih kuat.

“Saya juga pengin membuktikan (kepada para perisak), ‘Lihat orang yang menghina saya, suatu saat saya akan lebih baik daripada diri Anda,’ begitu. Kalau pada saat itu tidak ditempa sedemikian rupa, maka tidak akan membentuk seorang Damar sekarang,” kata Damar.

 

Kegiatan Saat Ini

Sehari-hari Damar menjalani kehidupan sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMPN 20 Bandung. Sejak tahun 2019, Damar mengajar anak-anak yang duduk di kelas VII dan VIII di sekolah tersebut.

Tak hanya itu, Damar juga cukup aktif juga di beberapa komunitas. Mulai dari Komunitas ASN RW 06, Komunitas Pendidik Pembaharu, serta Komunitas Negarawan.

Kesulitan yang Dihadapi

Salah satu kesulitan yang kerap dihadapi Damar, adalah soal mobilitas saat pergi mengajar. Damar mengatakan, untuk pulang-pergi ke sekolah dirinya harus diantar oleh ayahnya.

Selain itu, perjalanan selama di dalam kereta juga tak kalah menantang. Suatu waktu, Damar pernah jatuh dari peron hingga terbentur ke bantalan rel kereta. Untungnya, saat itu Damar tidak terluka parah dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

“Selama perjalanan itu menjadi cerita tersendiri, begitu. Lika-likunya di jadwal perjalanan, apalagi kalau tiba-tiba jadwal kereta berubah. Di tengah berbagai macam kondisi, kita harus benar-benar fit juga,” ungkap Damar.

 

Motivasi Damar

Menurut Damar, salag satu motivator yang memberikan banyak kekuatan untuknya adalah teman-teman di Komunitas RW 06 yang merupakan kumpulan PNS tahun 2019.

Damar menjelaskan, anggota komunitas ini berperan layaknya keluarganya sendiri. Damar bahkan didukung untuk membuat buku dan konten YouTube sendiri, hingga akhirnya bisa diliat oleh stasiun televisi.

“Itu yang membuat saya punya mindset yang luar biasa, teman-teman RW 06 yang memang punya imbas secara tidak langsung, tapi benar-benar mengubah pola pikir saya. Itu yang sangat luar biasa. Saya bisa lebih baik dibandingkan paradigma yang orang-orang berikan. Ketika orang-orang normal berusaha 1x-3x, berarti saya usahanya harus 4x-10x lebih keras,” jelas Damar.

Berkat kegigihan Damar, kini ada banyak orang dan juga murid yang mengagumi kegigihannya. Tidak jarang juga ada alumni sekolah yang masih memberikan kabar kepada Damar, meskipun sudah lulus bertahun-tahun lamanya.

“Damar ini bakal tetap punya tempat tersendiri di hati mereka, ketika saya juga bisa memberikan cahaya, membagikan skill apa yang saya punya, di situlah kebanggaan saya sebagai seorang guru,” katanya.

 

Pesan dari Damar

Damar berpesan agar orang-orang bisa melihat lebih banyak sisi positif dalam hidup. Damar menjelaskan, “Meskipun sulit untuk berkompromi dengan diri, tetapi yakini apa yang kita bisa lakukan karena saya sendiri belajar dari mimpi.

Damar meyakini, meskipun orang lain mengatakan hal yang mustahil, tetapi jika diri sendiri percaya, maka akan menjadi dorongan energi yang luar biasa yang akan tertanam di diri kita.

“Saya sampai pegang quote yang memang saya yakini, ‘If you have a dream you have a will if you have a will you have a way.’ Ketika kita punya mimpi, gantungkanlah mimpi itu setinggi mungkin. Ketika kita jatuh, minimal jatuh di antara bintang-bintang. Jadi yakini bahwa kita juga bisa dan kita mampu. Jangan merasa minder terhadap apa yang kita lakukan. Jangan pernah menutup diri karena kuncinya ketika kita bisa bersosialisasi itu akan membuka pintu-pintu rezeki lain yang tidak disangka. Membuka kesempatan dan peluang lain juga yang akan lebih terbuka,” tutup Damar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: