Penulis : Akbar Fauzi
Editor : Grace Kolin
Bali adalah pulau yang sangat indah dengan panjang garis pantai sekitar 633,35 km. Tidak hanya indah, Bali juga memiliki aneka produk kerajinan yang menarik pula. Salah satunya adalah kerajinan kaca tiup yang banyak ditemukan di Kabupaten Gianyar, Bali.
Kaca tiup merupakan kerajinan daur ulang dari limbah pecahan kaca yang dilebur kembali menjadi karya bernilai seni dan ekonomi yang tinggi. Dari hasil daur ulang, limbah pecahan kaca ini juga bisa menjadi ragam dekorasi rumah seperti, vas bunga, akuarium mini, gelas dan hiasan dinding dengan kualitas yang sangat baik. Tidak heran, jika kerajinan tangan ini bisa menembus sampai ke pasar Eropa.
“Kaca tiup itu sebenarnya memanfaatkan limbah kaca atau istilahnya recycle (daur ulang). Jadi, di samping untuk menyelamatkan lingkungan, kita juga ada hasil dari sana. Karena bagaimana pun kita di lingkungan, makanya apa yang kita konsep, semua konsep dengan lingkungan. Karena kita senang suasana bersih dan kita pun kembali ke alam,” kata I Gede Rediawan, pemilik UMKM Kerajinan Kaca Tiup.
Keterampilan mengolah kaca bekas ini, I Gede dapatkan dari salah satu usahawan Jepang. Dengan dibantu oleh PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dan keterampilan yang dimilikinya tersebut, I Gede bekerja keras agar barang yang ia produksi memiliki harga jual yang tinggi. Karena, semakin unik bentuk dan warnanya, maka semakin tinggi pula harganya.
“Kita bisa sesuaikan bentuk, kita bisa bikin termasuk bentuk buah apel juga bisa, buah jambu, itu kalau bentuk vas yang ada lekuknya, dedaunan juga kita bisa bikin. Ya, kita coba kala kalau tergantung tingkat kerumitannya kita pelajari. Harganya mulai dari harga lima puluh ribu sampai dua puluh lima juta rupiah,” ucapnya.

