Dampak negatif bertengkar di depan anak.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Perbedaan perndapat dalam kehidupan rumah tangga memang tak dapat dihindari. Terkadang, perbedaan pendapat antara suami istri juga dapat berujung pada pertengkaran, bahkan secara tanpa sadar dilakukan di depan anak. Melansir dari laman sehatq.com, bertengkar di depan anak dapat menimbulkan beragam dampak negatif lainnya pada anak, yaitu:

  • Harga diri rendah

Anak yang sering menjadi menyaksikan pertengkaran orangtuanya dapat memiliki perasaan malu, bersalah, tidak berharga, bahkan tidak berdaya. Akibatnya, ia mulai memiliki harga diri yang rendah.

  • Berperilaku agresif

Dampak dari pertengkaran orangtua bisa membuat anak jadi percaya bahwa cara menyelesaikan masalah harus dilakukan dengan bertengkar. Sehingga, tidak mengherankan jika di kemudian hari, anak akan menggunakan cara yang sama ketika menyelesaikan masalahnya dengan orang lain.

  • Gangguan kesehatan

Pertengkaran orangtua dapat memengaruhi psikologi anak, seperti menyebabkan ia jadi merasa cemas, depresi, gangguan perilaku, dan tidak berdaya. Tidak hanya itu, sering melihat kedua orangtua bertengkar juga dapat memicu anak menderita sakit kepala, insomnia, sakit perut, fobia, dan gangguan kesehatan lainnya.

  • Gangguan belajar

Dampak orangtua bertengkar bisa menciptakan kondisi yang membuat anak tertekan. Sehingga pikiran anak jadi terjebak dalam ketakutan dan ketidakpastian. Anak juga jadi kesulitan untu berkonsentrasi pada berbagai hal, termasuk belajar.

  • Kegagalan dalam hubungan

Saat beranjak dewasa, anak yang sering melihat orangtua atau keluarganya berantam dapat mengalami gangguan dalam hubungannya. Bisa jadi, ia akan merasa takut memulai hubungan, sehingga sulit untuk berkawan.

Meski terkadang, pertengkaran antar suami istri tidak bisa dihindari, namun ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak negatif dari pertengkaran ini pada anak:

  • Jika ada masalah, sebisa mungkin jangan terbawa emosi dan bicarakan dengan kepala dingin.
  • Jika ingin bertengkar, sebisa mungkin hindari bertengkar di depan anak. Carilah tempat yang tenang atau waktu yang tepat, misalnya, saat anak sedang bersekolah.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber