Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi komunitas Ganesa Peduli (Foto: Pijar)

Generasi Penerus Indonesia (Ganesa) Peduli adalah komunitas pemuda yang aktif melakukan berbagai kegiatan positif, seperti memperbaiki jalan, renovasi jembatan, dan sebagainya di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ganesa Peduli pertama kali berdiri pada tahun 2013 lalu, dengan tujuan untuk menampung pemuda yang memiliki niat untuk peduli kepada sesama.

Ketua Organisasi Ganesa Peduli Khairul Iswandi menjelaskan, saat ini Ganesa Peduli memiliki anggota aktif sekitar 15 orang, baik dari tim pengurus maupun anggotanya.

“Namun, relawannya Alhamdulillah sudah mulai ada yang ikut masuk juga, ada yang bergabung dari desa sebelah,” ujar Khairul dikutip dalam wawancaranya dengan Tribun, Jumat (9/6).

Secara umum, kata Khairul, organisasi ini bergerak dalam tiga bidang, yakni bidang keagamaan, sosial, dan olahraga.

Di bidang sosial sendiri, beberapa hal yang dilakukan Ganesa Peduli adalah membantu masyarakat dalam membangun jembatan, penambalan jalan berlubang, pembersihan pasir di jalan, sampai permbersihan sungai.

Belakangan ini, kegiatan yang dilakukan Ganesa Peduli semakin mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat, khusunya aksi mereka dalam menambal jalan yang berlubang.

Ganesa Peduli juga kerap membagikan kegiatan yang mereka lakukan di media sosial TikTok. Setiap melakukan kegiatan sosial, mereka selalu menggaungkan slogan “Ite Gawe Ite Dait”.

Khairul menjelaskan, slogan tersebut memiliki makna mendalam. Di dalam pemahamannya, slogan ini memiliki arti “Kita mengerjakan, kita yang akan dapat atau menemukan pendapat”.

“Salah satu contohnya, adalah dapat rasa lelah karena melakukan kegiatannya, lalu dapat kritikan, dan lain sebagainya. Sampai ke titik dapat pahala jariyahnya bisa didapat dengan mudah,” kata Khairul.

Walaupun Ganesa Peduli sudah berdiri sejak Oktober 2013, tetapi kebanyakan masyarakat baru mulai mengenal mereka sejak awal tahun 2023.

Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilakukan Ganesa Peduli semata hanya untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat. Maka dari itu, mereka berinisiatif untuk melakukan penambalan jalan atau perbaikan jembatan.

Kegiatan ini tentunya mendapatkan banyak respons positif dari masyarakat sekitar, sehingga semakin banyak orang yang mendukung dan mengapresiasi mereka.

Di dalam sebulan, Ganesa Peduli menjadwalkan untuk melakukan kegiatan ini setiap hari Sabtu dan Minggu.

Jika situasi tidak mendukung untuk melakukan penambalan jalan, pihak Ganesa Peduli akan melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan atau pembersihan pasir.

Waktu yang dibutuhkan dalam sekali perbaikan jalan tidak bisa diprediksi. Ini karena waktunya tergantung dengan situasi, kondisi, dan jarak tempuh.

“Kami melakukan kegiatan amal penambalan jalan ini bukan hanya di satu domisili saja, tetapi kami juga melakukan kegiatan ini di desa tetangga yang lintas kecamatan, bahkan lintas kabupaten,” jelasnya.

Menurut Khairul, hal yang penting dipersiapkan sebelum melakukan perbaikan jalan, adalah mempersiapkan perlatan yang akan digunakan, konsumsi, serta niat untuk membantu sesama.

Menariknya, seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Ganesa Peduli dilakukan dengan menggunakan dana pribadi dari masing-masing anggota.

Tidak jarang, mereka juga menerima bantuan dana dari donatur yang kemudian mereka gunakan untuk membeli keperluan perbaikan jalan.

“Saya berharap, semoga organisasi ini semakin jaya dan besar, sehingga kita bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat,” tutup Khairul.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: