Juli Arna Tri Sundari pencipta alat sensor otomatis (Foto: Tribunjogja.com/Alexander Ermando)
Siswi SMAN 2 Wates, Kulonprogo, Juli Arna Tri Sundari (17) menciptakan alat sensor otomatis untuk mematikan lampu sein motor.
Juli mengaku, ide awal pembuatan inovasi ini berawal dari data kecelakaan lalu lintas (laka) yang ia terima.
Salah satu penyebabnya, adalah karena pengendara sepeda motor kerap terlambat atau lupa mematikan lampu sein motor.
Dengan demikian, banyak ditemui pengendara yang kerap menyalakan lampu sein kiri, tetapi mereka malah berbelok ke kanan, begitu pula sebaliknya.
Inilah yang menginspirasi Juli untuk membuat produk inovatif bernama Si Mole (Smart Turning Signals on Motorcycle) untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Menurut Juli, Si Mole bekerja dengan sistem sensor dan timer yang dipasang di bagian saklar pengoperasian lampu sein motor.
Adapun fungsinya adalah untuk memastikan lampu sein bisa mati secara otomatis beberapa saat setelah digunakan.
“Sistem kerjanya, ketika pengendara berbelok itu kan menyalakan lampu sein sepeda motor. Nah ketika lampu sein menyala, timer yang ada di inovasi yang saya buat ini akan menghitung mundur. Setelah timer-nya sesuai dengan waktu yang ditentukan tadi, lampu sein akan mati secara otomatis,” ujar Juli dikutip dari berbagai sumber, Senin (11/9).
Juli mengatakan, Si Mole terbuat dari berbagai komponen elektronika yang saling terhubung. Pembuatannya sendiri membutuhkan waktu selama sebulan.
“Buatnya itu cuma dari papan PCB yang kemudian disambungkan dengan beberapa komponen elektronika. Selanjutnya dipasang ke bagian saklar lampu sein motor. Biayanya murah, cuma Rp40.500,” ujarnya.
Sebagai informasi, Juli mengawali inovasi ini dengan riset, seperti studi pustaka, tinjauan lapangan, hingga melakukan wawancara sebelum membuat alat.
Juli bahkan sempat melakukan pengamatan langsung di simpang empat lampu merah Nagung di Panjatan, untuk mencatat perilaku pengendara motor soal sein lampu. Pengamatan lapangan ini, berlangsung selama sepekan pada pukul 15.00–16.00 WIB.
Tidak hanya itu, Juli pun mewawancarai personel kantor Dinas Perhubungan, polisi, teman sekolah, bahkan tetangga rumah. Selain itu, ia mengumpulkan berita-berita terkait pola pengendara yang kerap salah sein ini.
Akhirnya, Si Mole milik Juli diikutkan lomba dan menang tingkat kabupaten pada Maret 2023. Karya itu kemudian mencuri hati juri, sehingga kembali menang di tingkat provinsi pada Agustus 2023.
Kepala SMAN 2 Wates Vipti Retna Nugraheni mengatakan, Si Mole karya Juli telah menjalani uji coba dengan hasil memuaskan. Si Mole juga diikutkan dalam Lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan berhasil maju ke tingkat nasional untuk mewakili DIY.
Pembuatan berlangsung selama sebulan yang mana Juli juga harus mengejar waktu batas terakhir untuk mendaftar lomba.
“Tapi akhirnya alat Si Mole ini selesai dan bisa diikutkan lomba,” kata Juli.
Pemasangan hingga cara kerja Si Mole pun cukup mudah. Pengendara cukup menghubungkan Si Mole dengan kabel lampu sein dan bisa langsung digunakan.
Juli membanderol Si Mole dengan harga Rp40 ribuan per unit. Harganya yang terjangkau, membuat Si Mole buatan Juli dilirik oleh banyak pihak.
Juli berharap, Si Mole nantinya bisa segera dimanfaatkan oleh pemotor. Apalagi ia sudah membuat tutorial lengkap bagaimana cara pemasangan hingga penggunaannya.
“Saya juga berharap inovasi ini bisa memenangkan lomba,” tutup Juli.

