Sumber : Independensi

Foto : SLB Cahaya Qur’an oleh Tim Liputan Refleksi DAAI TV 

Penulis : Gilang Syahbani

Masa depan dan harapan adalah suatu hal yang bisa dimiliki siapa saja, tak terkecuali anak-anak berkebutuhan khusus, mereka juga berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak untuk meraih masa depan yang sama cerahnya dengan anak-anak lain. SLB Cahaya Qur’an yang didirikan oleh Firman Sukawirya adalah salah satu tempat yang menyediakan fasilitas pendidikan gratis untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan agar bisa mendapatkan akses pendidikan yang baik.

Usia murid yang ada di SLB Cahaya Qur’an sendiri terhitung dari 7 hingga 12 tahun. Fitri salah satu guru di SLB Cahaya Qur’an mengatakan bagaimana umur menjadi salah satu hambatan dalam proses belajar, “mereka yang sudah diatas 12 tahun cenderung lebih sulit untuk menangkap apa yang diajarkan.” Hal itu terjadi karena mereka sudah melewati masa ‘golden age’  dimana pada fase itu anak cenderung lebih cepat untuk menangkap apa yang diajarkan.

SLB Cahaya Qur’an sendiri sudah berdiri selama 19 tahun, dan pada akhirnya di tahun ke 13 SLB  Cahaya Qur’an mulai mengulurkan bantuan untuk anak-anak tuna netra yang kemudian membawa mereka untuk kenal dan tahu lebih banyak anak-anak penyandang disabilitas lainnya.  Dari situlah mereka mulai memperkenalkan keberadaan SLB gratis ini untuk anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa turut mendapatkan pendidikan bersama.

SLB ini juga menemukan tantangan lain yang bersumber dari masing-masing orang tua murid yang merasa putus asa serta pesimis akan masa depan anak-anaknya. Sehingga para guru harus memberikan motivasi dan dorongan kepada para orang tua mereka. Bersosialisasi bagi anak disabilitas adalah salah satu hal yang menjadi kunci kepercayaan diri untuk terjun di masyarakat, karena itu mereka sering dipertemukan dengan anak-anak sekolah lain untuk melatih kepercaaan dirinya.

Keterampilan menjadi fokus utama bagi SLB untuk membekali muridnya saat selesai mendapatkan pendidikan, karena pada dasarnya untuk bekerja yang membutuhkan kemampuan otak terbilang masih sulit untuk dicapai. Sehingga pendidikan keterampilan sangatlah penting bagi mereka. Hal ini tentunya memerlukan dukungan dari masyarakat sekitar dan pemerintah untuk dapat memberdayakan mereka di tengah masyarakat.

Pendiri SLB Cahaya Qur’an, Firman Sukawirya, berharap anak-anak disabilitas disana dapat meraih cita-citanya sebagaimana anak normal lainnya. “Kami mengakomodasi dan memfasilitasi apapun cita-cita mereka melalui segala sarana yang nantinya dapat membantu mereka mewujudkannya,” ujarnya. Ke depannya, keterampilan yang dimiliki mereka mampu meningkatkan martabat mereka di tengah masyarakat.

Video Terkait