Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi vaksin chikungunya (Foto: designer491 via Getty Images)

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) sudah menyetujui vaksin pertama untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya.

Vaksin bernama Ixchiq ini digunakan untuk mencegah infeksi virus Chikungunya yang sebagian besar terjadi di daerah semi tropis dan tropis, seperti Amerika Selatan dan Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara.

Vaksin baru ini disetujui untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terpapar virus tersebut.

 

Apa Itu Chikungunya?

Chikungunya adalah penyakit akibat virus yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Penyakit ini disebut juga dengan flu tulang karena menyebabkan demam dan nyeri tak tertahankan pada sendi.

Mengutip dari Medscape, Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA Peter Marks mengatakan, infeksi virus chikungunya dapat menyebabkan penyakit yang parah dan masalah kesehatan yang berkepanjangan.

“Terutama bagi orang dewasa yang lebih tua dan individu dengan kondisi medis yang mendasarinya,” ujar Marks dalam keterangannya, dikutip Rabu (22/11).

 

Gejala Chikungunya

Gejala chikungunya umumnya akan muncul pada 3-7 hari setelah gigitan pertama dari nyamuk yang terinfeksi. Gejala awal chikungunya adalah demam tinggi mencapai 39 derajat dibarengi dengan ruam di kulit.

Selain demam dan ruam, beberapa gejala lain dari chikungunya, adalah ruam, sakit kepala, radang sendi, dan nyeri otot. Hal ini dapat berakibat fatal bagi bayi yang baru lahir.

“Beberapa orang mungkin mengalami nyeri sendi yang melemahkan dan berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Pasien chikungunya akan diimbau untuk beristirahat, serta mengonsumsi banyak cairan dan obat-obatan yang dijual bebas untuk mengatasi rasa sakit dan demam,” kata FDA.

 

Efek Samping

Vaksin baru ini diberikan sebagai suntikan dosis tunggal ke dalam otot. Namun, karena mengandung virus chikungunya yang hidup dan dilemahkan, vaksin ini dapat menyebabkan gejala mirip chikungunya.

Keamanan vaksin dinilai dalam dua uji klinis yang dilakukan di Amerika Utara. Sekitar 3.500 orang dewasa menerima satu dosis vaksin dan dalam satu studi sekitar 1.000 peserta menerima plasebo.

Efek samping yang paling banyak dilaporkan dari vaksin ini adalah sakit kepala, demam, kelelahan, nyeri otot dan sendi, mual, dan nyeri di tempat suntikan.

Beberapa penerima vaksin juga berpotensi mengalami reaksi mirip chikungunya yang berlangsung setidaknya selama 30 hari.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: