Sumber Gambar : RIAU POS
Penulis : Grace Kolin
Tanggal 24 Juni 2022 jatuh pada hari Jumat. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Bidan Nasional (National Midwife Day). Tujuan dari peringatan ini adalah untuk menghargai jasa juga kinerja para profesi bidan, sekaligus mengenang hari berdirinya Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Salah satu bidan Indonesia yang inspiratif adalah Senita Rizki Wahyuni, bidan desa yang bertugas di Desa Giri Sako, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Lebih dari satu dasawarsa, ia mengabdi dan memperjuangkan kesehatan masyarakat Desa Giri Sako yang berjarak sekitar 135 kilometer dari ibukota kabupaten, yaitu Kota Pekanbaru.
Di tengah sulitnya akses jalan ke desa tersebut, Senita menggerakan program Posyandu Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) setempat bersama dengan perangkat desa dan masyarakat sekitar.
Tidak disangka, jerih payah itu pun akhirnya berbuah manis. Pada 2014 dan 2015 Posyandu BKL Desa Giri Sako mendapat juara dua tingkat Provinsi Riau, kemudian menjadi juara pertama tingkat provinsi dan nasional pada 2016.
Sementara itu, Posyandu BKB Desa Giri Pusako juga meraih juara tiga tingkat provinsi pada 2017, dan pada tahun yang sama Senita berhasil mendapat juara satu bidan teladan se-Provinsi Riau. Keberhasilannya itu membuatnya terpilih mengikuti seleksi nasional untuk mendapat pelatihan tentang kesehatan ibu dan anak di Jepang pada 2017.
Setelah cukup sukses dengan Posyandu BKB dan BKL, Senita tidak berpuas diri. Ia pun merintis program Posyandu Remaja pada 2017 yang bertujuan untuk memberikan informasi, saling asuh dan kontrol sesama remaja, serta menciptakan banyak kegiatan-kegiatan positif untuk remaja, seperti membuat kerajinan dan berkebun.
Secara bergiliran, setiap anggota Posyandu Remaja juga membuat presentasi tentang bahaya pernikahan dini, risiko pernikahan dini terhadap persalinan ibu dan bayi, kampanye bebas rokok hingga melawan narkoba. Tak hanya itu, mereka juga melakukan kerja bakti membersihkan fasilitas umum seperti perkantoran desa, balai desa hingga masjid setiap dua kali dalam sebulan.
Kepedulian Senita dalam bidang kesehatan tidak terbatas pada Desa Giri Sako. Ia juga kerap berkeliling ke 15 desa untuk membina bidan dan kader kesehatan, meski kegiatan itu bersifat sosial.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

