Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi kain batik (Foto: Satrio Ramadhan via Studio Indonesia)

Batik adalah salah satu produk yang perlu dirawat dengan teliti agar tidak mudah rusak. Jika salah merawatnya, bisa-bisa kain batik menjadi mudah rusak dan luntur.

Kain batik adalah salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya.

Kain batik sering kali digunakan pada acara-acara formal, atau acara yang berhubungan dengan kebudayaan.

Harga kain batik sangat beragam, tergantung dari kesulitan dan keunikan kain batik itu sendiri. Biasanya, kain batik dibanderol dengan harga mulai dari puluhan ribu sampai dengan jutaan.

Namun, Sahabat DAAI perlu memperhatikan perawatan kain batik. Ini karena, kain batik tulis cenderung menggunakan pewarna dari bahan alami.

Akibatnya, warna batik mudah luntur dan pudar, serta bahannya mudah rusak jika keliru dalam merawatnya.

Sebagai panduan, berikut adalah beberapa cara merawat kain batik yang benar agar tidak mudah rusak dan luntur.

 

1. Jangan Dijemur

Hindari menjemur kain batin di bawah sinar matahari langsung. Pasalnya, ini bisa menyebabkan kain batik cepat pudar, bahkan belang.

Sebagai solusi, Sahabat DAAI bisa menjemur di bawah tempat yang teduh agar bisa terkena angin dan biarkan sampai kering.

 

2. Hindari Mesin Cuci

Saat mencuci kain batik, disarankan Sahabat DAAI mengucek menggunakan tangan dan menghindari penggunaan mesin cuci.

Ambil bagian-bagian kain batik yang kotor saja, selanjutnya celup kain agar kotoran larut. Pastikan untuk tidak mengucek terlalu keras karena bisa merusak permukaan kain dan juga motifnya.

 

3. Hindari Disetrika dengan Suhu Panas

 

Sebelum Sahabat DAAI menyetrika kain batik, sebaiknya lapisi dulu dengan kain lain agar tidak merusak kain batik.

Hindari menggunakan suhu panas saat menyetrika kain batik karena bisa merusak warna batik dan tidak tajam lagi.

 

4. Jangan Pakai Pewangi

Hindari menggunakan cairan pelembut atau pewangi saat mencuci dan menyetrika kain batik.

Pasalnya, kandungan bahan kimia dalam cairan tersebut dapat merusak warna kain batik. Jika kain terlalu kusut, cukup semprotkan air biasa ketika menyetrika. Lebih baik lagi jika Sahabat DAAI menggunakan setrika uap.

 

5. Simpan di Lemari

Sahabat DAAI disarankan utnuk menyimpan kain batik di lemari dalam posisi digantung. Hal ini dilakukan untuk mengurangi lipatan pada kain batik.

Untuk menghindari bau apak di kain batik, Sahabat DAAI bisa mengganti kamper dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti lada atau akar wangi.

Jangan menggunakan kapur barus karena bisa memengaruhi kualitas batik. Sahabat DAAI juga bisa menambahkan silica gel di dalam lemari, untuk mengurangi kelembapan yang bisa menyebabkan jamur pada kain batik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: