Ivan Rivani (Foto: tangkapan layar tiktok.com/@nuhaamedyan)
Ivan Rivani (51) merupakan seorang penyandang tunadaksa yang menawarkan jasa les gitar akustik dan elektrik di sekitaran Jakarta Timur.
Ivan yang tinggal di jalan Cipinang Kebembem, Jakarta Timur, sehari-hari bekerja sebagai penjual koran dan mengajar gitar keliling.
Belakangan ini, sosok Ivan ramai dibicarakan di media sosial karena perjuangannya dalam menawarkan jasa les gitar keliling.
Ivan mengaku, kondisinya ini sudah diidap sejak Ivan berusia 5 tahun. Kala itu, kata Ivan, dirinya sempat demam dan sejak saat itu dirinya kehilangan kemampuan untuk berjalan.
Meskipun harus berkegiatan di atas kursi roda, tetapi Ivan tidak patah semangat. Ia terus mencari cara untuk menyebarkan ilmunya di bidang musik ke banyak orang.
Ivan mengatakan, jasa les gitar keliling ini mulai ia jalankan sejak tahun 2021. Awalnya Ivan diajak oleh temannya untuk menjadi penjaga di sebuah gudang gas.
Tidak hanya diajak bekerja, Ivan juga didaftarkan ke sekolah musik untuk mengembangkan bakatnya di bermain gitar. Di sekolah tersebut, Ivan belajar memainkan gitar elektrik. Ivan mengikuti les tingkat Basic 1 dan 2 sampai Advance 1.
Selama bersekolah di sana pada tahun 2014-2019, Ivan belajar tentang teknik fingering agar tangannya tidak kaku saat memainkan gitar.
Membuka Les Gitar Keliling
Melihat bakat Ivan dalam bermain gitar, teman Ivan pun menyuruhnya menggeluti bidang tersebut. Akhirnya, Ivan berinisiatif untuk membuka jasa les gitar.
Meski demikian, upaya ini tidak berjalan lancar. Pasalnya, walaupun sudah memasang spanduk di tempat tinggalnya, tetapi masih tidak ada orang yang mendaftar ke kelas les gitar milik Ivan.
“Di sini orang bertanya-tanya, semacam nggak percaya sama saya, ragu sama saya, apakah saya bisa main gitar tapi saya memang tiap hari latihan gitar elektrik. Akhirnya saya bikin postingan (di media sosial),” ujar Ivan kepada DAAI TV, Rabu (1/11).
Melihat usahanya yang tidak membuahkan hasil, akhirnya Ivan memutuskan untuk memodifikasi bisnisnya dengan menawarkan jasa les gitar keliling.
“Kalau sekolah-sekolah musik kan kebanyakan untuk orang-orang yang kalangan atas, tapi kalau saya bukan cuma untuk kalangan atas, kalangan di bawah juga bisa, makanya saya saya ke kampung-kampung,” kata Ivan.
Demi memperluas jangkauan, Ivan pun menawarkan jasanya dengan berkeliling di daerah Pulogadung, Rawamangun, Matraman, hingga Jatinegara.
Selama menjadi guru les, Ivan bertekad untuk mengajari orang-orang agar bisa mahir bermain gitar.
“Saya nggak mikirin apa-apa yang penting saya memberi ilmu aja kepada mereka sampai bisa,” ungkapnya.
Biaya Les Gitar
Ivan mengenakan biaya Rp300.000 untuk les gitar akustik per bulan, sedangkan untuk gitar elektrik dikenakan biaya Rp500.000 per bulan.
Biaya ini sudah termasuk buku untuk belajar, teknik tangan, teknik membaca not balok, hitungan nada, belajar menebak nada, hingga belajar musik klasik. Nantinya, Ivan akan mengajar di tempat yang sesuai dengan permintaan muridnya.
“Sebulan 4x pertemuan, seminggu satu kali, tapi hari Sabtu dan Minggu nggak ada pertemuan,” tutur Ivan.
Saat ini, jumlah murid yang menggunakan jasa kursus Ivan masih tak menentu. Terakhir kali, Ivan memiliki lima murid yang meminta belajar bersama di sebuah sekolah.
Menariknya, Ivan juga memberikan les gratis untuk anak-anak yang ingin belajar, tetapi tidak mampu membayar jasanya.
“Saya mau mengajari mereka. Kalau soal uangnya gimana nanti saja, lah. Gimana datang rezekinya saja gitu kalau saya memberikan kepada murid begitu aja. Saya pikir yang penting dia punya kemauan keras untuk berlatih. Jangan pas saya gratisin anaknya males-malesan, saya juga males gitu. Ini orang niat apa enggak gitu, jelas Ivan.
Pernah Direndahkan
Selama menawarkan jasa les gitar keliling, Ivan kerap diragukan dan menerima cibiran dari orang-orang sekitarnya.
“Mereka masih menganggap kalau orang disabilitas itu harusnya di rumah saja, harusnya nggak usah keluyuran. Padahal, kan, nggak boleh juga begitu, ya, orang harus berusaha. Kesombongan itu nggak ada artinya, akhirnya jadi hancur,” kisahnya.
Selain murid, Ivan juga kerap menyemangati rekan disabilitas lainnya untuk bisa berdikari dan menonjolkan kemampuan mereka.
“Buat teman-teman yang anak muda, semangat saja, lah. Mumpung kamu masih muda rajin-rajin belajar jangan buang-buang waktu,” tutup Ivan.

