Sumber Gambar : popular-world.com
Penulis : Grace Kolin
Setiap orang memiliki bentuk dagu yang berbeda-beda pada wajahnya. Ada yang berbentuk kotak, panjang hingga dagu belah. Sama seperti lesung pipi, dagu belah (cleft chin) dianggap dapat membuat seseorang jadi terlihat lebih menarik. Bentuknya menyerupai lekukan seperti huruf “Y’ pada bagian tengah dagu.
Mengutip dari beautyparty.id, dagu belah umumnya dimiliki oleh orang-orang yang berasal dari Eropa, Timur Tengah dan Asia Selatan. Dalam literatur Persia, fitur wajah ini dianggap sebagai tanda kecantikan dan faktor keindahan.
Penyebab terbentuknya dagu belah
Umumnya, dagu belah merupakan kondisi genetik turunan. Artinya, jika ada orang lain dalam keluarga yang memiliki dagu belah, maka kemungkinan besar peluang untuk memiliki dagu terbuka lebar. Belahan pada dagu terbentuk sejak masih berada di dalam kandungan, dimana saat berada dalam fase perkembangan janin, kedua sisi rahang bagian bawah tidak menyatu secara sempurna sehingga menyebabkan munculnya lekukan pada bagian tengah dagu.
Apakah memiliki dagu belah berbahaya?
Dilansir dari sehatq.com, sebagian besar kondisi dagu belah tidak menimbulkan gejala apapun selain terlihat berbeda dengan orang kebanyakan. Namun, tidak selamanya kondisi ini menimbulkan keluhan. Bahkan tidak jarang, orang melakukan prosedur medis tertentu demi mendapatkan dagu belah di wajahnya. Operasi ini dinamakan dengan mentoplasty, yang berfungsi untuk menambah maupun menghilangkan dagu belah.
Namun, sebelum memutuskan menambah atau menghilangkan dagu belah, pastikan sudah melakukan pertimbangan yang matang serta berdiskusi dengan dokter. Pasalnya, menurut laman tersebut, terdapat beberapa risiko melakukan mentoplasty yang perlu diperhatikan, seperti:
- Infeksi
- Perdarahan berlebih
- Luka
- Pembengkakan
- Hasil yang tidak sesuai harapan
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

