Ilustrasi mengatur gaji (Foto: Karolina Grabowska via Pexels)
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mencairkan gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai Senin (5/6) lalu.
Penerima gaji ke-13 sudah bisa mulai membeli kebutuhan keluarga menggunakan anggaran gaji ke-13 yang mereka terima.
Namun, jangan sampai terlena dengan banyaknya gaji yang diterima, bahkan sampai menggunakan gaji untuk keperluan yang tidak dibutuhkan.
Mengelola penghasilan dengan bijaksana sangat penting agar setiap bulan ada dana yang dialokasikan untuk kebutuhan mendadak, terutama di tengah situasi tidak pasti.
Untuk memastikan kebutuhan tetap aman, berikut adalah beberapa cara mengatur gaji dengan bijak agar tidak cepat habis.
1. Catat Semua Pengeluaran
Rutin mencatat pengeluaran akan membantu Sahabat DAAI memantau arus keluar-masuknya dana.
Hal ini, bisa membantu Sahabat DAAI mengevaluasi dan mengeliminasi pengeluaran yang tidak diperlukan ke depannya.
2. Atur Prioritas Kebutuhan
Mengatur keuangan bulanan, penting dilakukan agar gaji yang dimiliki bisa dialokasikan dengan baik dan bijak.
Usahakan agar Sahabat DAAI mengatur prioritas pengeluaran berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan.
3. Manfaatkan Promo
Jeli memanfaatkan promo akan membuat belanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih efisien dan hemat.
Sama seperti berbelanja online, Sahabat DAAI bisa berbelanja secara langsung ke supermarket dengan melakukan perbandingan harga sebelum benar-benar membeli produk. Upayakan produk bisa dibeli dengan harga lebih rendah setelah mendapatkan diskon.
4. Pisahkan Rekening Tabungan
Upayakan untuk langsung menabung di awal, ketika Sahabat DAAI baru saja menerima gaji.
Untuk memastikan gaji aman, pisahkan rekening tabungan dengan rekening pengeluaran sehari-hari. Hal ini akan membuat pengelolaan keuangan lebih efektif.
5. Jangan Lupa Investasi
Saat mulai berinvestasi, Sahabat DAAI perlu mempelajari dan memilih jenis investasi sesuai dengan risiko, serta keuntungan masing-masing.
Selain itu, pastikan produk investasi tersebut telah memiliki izin yang tepat dan menyajikan portofolio laporan investasi yang transparan.
Saat ini, sudah ada banyak aplikasi keuangan yang bisa dimanfaatkan untuk memulai investasi pertama. Selain itu, pastikan Sahabat DAAI mempelajari produk investasi dengan jeli agar tidak salah pilih.

