Kaligrafi Tiongkok

Pemecahan Rekor Dunia Pergelaran Angklung di Stadion Utama GBK (Foto: BPMI Setpres)

Indonesia berhasil memecahkan rekor dunia untuk pergelaran angklung terbesar yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (5/8) lalu.

Mengutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab) RI, rekor pergelaran angklung yang dicatat oleh Guinness World Records (GWR) tersebut diikuti oleh 15.110 peserta.

“Seperti diketahui, rekor saat ini adalah 5.182 peserta. Selain itu, per bulan lalu Indonesia sendiri memiliki 124 GWR. Jakarta punya 13 rekor. Apakah ini akan menjadi nomor 14 untuk Jakarta? Baik, saya akan memberitahu Anda hasilnya. Saya dapat memastikan bahwa dengan 15.110 peserta Indonesia telah mencapai (pemecahan rekor),” ujar penilai resmi GWR Sonia Usirogochi dikutip dalam keterangannya, Senin (7/8).

Ushirogochi menjelaskan, ada beberapa ketentuan yang berlaku untuk memecahkan rekor dunia. Di antaranya peserta harus hadir lebih dari 5.000 orang, lalu peserta harus memainkan angklung masing-masing minimal 7 menit nonstop.

Sebelumnya, rekor dunia untuk pergelaran angklung terbesar, diraih oleh Amerika Serikat (AS) untuk pergelaran yang dilakukan oleh 5.182 peserta di Monumen Washington, Washington D.C., AS, pada 9 Juli 2011 lalu.

“15.110 peserta yang telah memainkan Angklung saya dapat mengonfirmasi bahwa kalian semua berhasil memecahkan rekor,” imbuh Sonia.

Pada kesempatan tersebut, Sonia menyerahkan sertifikat rekor dunia ini kepada Tri Suswati Tito Karnavian selaku Ketua Umum Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) sekaligus ketua panitia pergelaran.

Sertifikat tersebut, selanjutnya diserahkan kepada Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi).

Sebagai informasi, ribuan pemain angklung yang ikut dalam pergelaran bertajuk “The Largest Angklung Ensemble in World” ini menyanyikan dua lagu.

Di antaranya lagu nasional “Berkibarlah Benderaku” ciptaan Ibu Sud, serta lagu internasional “Wind of Change” yang dipopulerkan oleh grup musik Scorpions.

Setiap instrumen hanya menghasilkan satu nada, sehingga setiap peserta menggoyangkan instrumennya pada isyarat tangan yang diberikan oleh konduktor di layar raksasa.

Adapun peserta pergelaran angklung ini, terdiri atas anggota OASE KIM, para pegawai negeri sipil dan Dharma Wanita Persatuan sejumlah kementerian/lembaga, TNI-Polri, organisasi wanita, sekolah kedinasan, pelajar, dan masih banyak lagi.

Selain itu, Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga turut hadir dalam pergelarang angklung tersebut.

Di dalam pergelaran angklung ini, para peserta dipandu oleh Saung Angklung Udjo.

Pada kesempatan yang sama, Tri menjelaskan bahwa upaya pemecahan rekor dunia ini merupakan persembahan untuk HUT ke-78 Kemerdekaan RI.

“Kami bertekad ini menjadi persembahan hadiah ulang tahun ke-78 RI tahun 2023,” ujar Tri.

Selain itu, kata Tri, kegiatan yang diinisiasi oleh OASE KIM ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kecintaan terhadap budaya Indonesia yang direpresentasikan melalui pergelaran angklung terbesar di dunia.

Upaya pemecahan rekor tersebut, lanjut Tri, telah direncanakan sejak tahun lalu dan para peserta pun telah berlatih selama tiga bulan.

“Kiranya, setelah upaya ini angklung akan terus bangkit, semakin dicintai semua generasi, dan menjadi bagian dari seni musik tidak hanya di daerah asalnya Jawa Barat dan negara Indonesia, tetapi bergaung di seluruh dunia,” tutup Tri.

Angklung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Angklung adalah kekayaan Indonesia yang sudah terdaftar dan diakui UNESCO sebagai warisan budaya nonbenda sejak tahun 2010.

Upaya pemecahan rekor tersebut, diharapkan dapat membuat angklung terus bangkit, makin dicintai semua generasi, dan bergaung tidak hanya di daerah asalnya Jawa Barat dan Indonesia, tetapi di seluruh dunia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: